LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Manggar terus memantau perkembangan kasus diabetes di wilayah kerjanya.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Mandiri (SPM), pada tahun 2024 tercatat sebanyak 1.166 penderita diabetes, sementara pada tahun 2025 hingga Oktober, jumlah yang terdata mencapai 1.017 orang.
Data ini menunjukkan bahwa kasus diabetes di wilayah tersebut relatif stabil, meskipun tetap memerlukan perhatian serius karena penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi kesehatan yang serius jika tidak ditangani sejak dini.
Kristyaning Melinda Trisnia, Perawat dan Pemegang Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Manggar, menjelaskan bahwa faktor utama yang meningkatkan risiko diabetes sangat terkait dengan pola hidup dan kebiasaan sehari-hari.
Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, karbohidrat, dan tepung-tepungan menjadi pemicu utama peningkatan kadar gula darah.
Kebiasaan bergadang, jarang berolahraga, serta stres juga turut memperbesar risiko terkena penyakit ini.
“Gangguan pola hidup merupakan salah satu penyebab diabetes. Sering makan dan minum tinggi gula, banyak konsumsi karbohidrat dan tepung-tepungan, jarang olahraga, atau sering begadang bisa meningkatkan risiko. Ditambah lagi, jika ada riwayat keluarga yang menderita diabetes, kemungkinan keturunan untuk terkena diabetes juga lebih tinggi,” jelas Trisnia, Sabtu 15 November 2025.
Dalam upaya pencegahan, Puskesmas Manggar menekankan pentingnya edukasi pola hidup sehat. Penyuluhan dilakukan melalui kegiatan di posyandu, komunitas, dan sekolah.
“Tujuannya menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga pola makan seimbang serta rutin beraktivitas fisik,” ujarnya.
Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko diabetes sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Selain edukasi, Puskesmas Manggar juga mendorong pemeriksaan rutin gula darah sebagai langkah deteksi dini.
Dengan pemantauan berkala, individu yang memiliki risiko tinggi dapat mengambil tindakan preventif, seperti pengaturan pola makan, olahraga, dan kontrol kesehatan secara teratur.
Puskesmas Manggar menekankan bahwa perubahan kebiasaan sehari-hari menjadi kunci dalam pencegahan diabetes.
“Perilaku hidup sehat yang diterapkan sejak dini dapat menurunkan risiko terkena penyakit ini, menjaga produktivitas, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat usia produktif,” tuturnya.
Melalui edukasi, pemantauan rutin, dan perubahan pola hidup, Puskesmas Manggar berkomitmen membantu masyarakat lebih sadar akan risiko diabetes.
Dengan begitu, risiko penyakit kronis ini dapat diminimalkan, dan masyarakat dapat menikmati hidup lebih sehat dan aktif di masa depan. (*/ADV/jan)















