BALIKPAPAN, lintasraya.com – Polda Kalimantan Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan organisasi massa se-Kaltim. Dengan mengangkat tema “Peran Ormas Dalam Mendukung Keamanan Pembangunan Ibu Kota Nusantara” di Hotel Platinum, Kamis (20/10/2022).
Karo Ops Polda Kaltim Kombes Pol Frans Barung Mangera didampingi Dir Binmas Polda Kaltim Kombes Pol Anggie Yulianto Putro memimpin langsung kegiatan tersebut dan dihadiri organisasi massa se-Kalimantan Timur.
Kombes Frans mengatakan, FGD bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara Polda Kaltim dengan para organisasi massa, sekaligus berdiskusi dan bertukar pemikiran dalam rangka kesiapan mengawal pembangunan IKN di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dalam rangka mengoptimalkan langkah dan upaya tersebut, maka sangat dibutuhkan peran dan dukungan dari berbagai pihak terutama dari segenap organisasi massa se-Kaltim.
“Bahwa stabilitas kamtibmas merupakan kebutuhan yang primer, dimana setiap orang pasti membutuhkan rasa aman. Semua kegiatan pasti perlu jaminan keamanan seperti agenda pemerintah di wilayah Kaltim yaitu pembangunan IKN,” kata Kombes Frans.
Oleh sebab itu, dia mengajak semua pihak bersama menjaga sinergi dalam upaya meningkatkan toleransi dan kerukunan ditengah masyarakat yang akan berdampak pada terjaganya kondusivitas kamtibmas.
“Berbagai upaya dilakukan Polda Kaltim dalam mengatasi permasalahan sosial yang dapat mengganggu situasi kamtibmas, yaitu terus memberikan imbauan tentang pentingnya kerukunan dan tolerasi melalui peran tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda,” ucapnya.
Kegiatan juga ditangkap dengan komitmen bersama organisasi Massa se-Kalimantan Timur dalam mendukung pembangunan dan keamanan IKN.
Yakni, organisasi massa se-Kalimantan Timur bertekad kuat untuk menjaga keamanan di Kalimantan Timur demi terwujudnya Ibu Kota Negara Nusantara.
Organisasi massa se-Kalimantan Timur juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama mendukung pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara.
Kemudian organisasi massa se-Kalimantan Timur sepakat menolak kebencian, hoax dan provokasi yang memecah belah masyarakat dengan tujuan menggagalkan pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara.
Selanjutnya organisasi massa se-Kalimantan Timur sepakat saling menghormati dan mengharga antara pemeluk agama dan mengedepankan kepentingan umum daripada golongan.
Dan organisasi massa se-Kalimantan Timur bersama Polri menjadi garda terdepan membangun kebersamaan umat, berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI. (jan)















