LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Salah satu penyebab utama adanya kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Manggar adalah penampungan air hujan yang tidak tertutup rapat.
Menurut Sulistyarini, perawat Puskesmas Manggar, nyamuk DBD berkembang biak di air, sehingga penampungan yang terbuka menjadi tempat ideal bagi jentik-jentik.
“Di Manggar, masih ada yang menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Sayangnya, sebagian besar penampungan tidak ditutup, sehingga jentik nyamuk berkembang dengan mudah,” jelasnya, Kamis 13 November 2025.
Selain itu, faktor kebersihan lingkungan juga sangat memengaruhi. Sampah yang menumpuk, genangan air di pekarangan, dan barang bekas yang dibiarkan di halaman rumah dapat menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, vektor penyebar DBD.
Sulistyarini menambahkan, kesadaran masyarakat untuk menutup penampungan dan menjaga kebersihan lingkungan masih perlu ditingkatkan.
“Jika semua warga disiplin menutup penampungan dan membuang sampah dengan benar, penyebaran DBD bisa diminimalkan,” tegasnya.
Puskesmas Manggar pun aktif melakukan monitoring lingkungan dan memberikan edukasi kepada warga.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu menekan angka kasus dan memutus rantai penularan DBD di wilayah kerja Puskesmas.
Edukasi yang diberikan juga mencakup pentingnya memeriksa genangan air di halaman rumah, memantau kebersihan bak mandi, dan menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air.
Dengan langkah-langkah sederhana ini, risiko penularan DBD dapat dikurangi.
Sulistyarini menekankan bahwa pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab petugas kesehatan, tetapi juga masyarakat.
“Kesadaran diri sendiri adalah kunci. Tanpa peran aktif warga, upaya Puskesmas akan kurang efektif,” ujarnya. (*/ADV/jan)















