LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar terus memperkuat upaya pencegahan diabetes melalui kombinasi deteksi dini, edukasi, dan teknologi digital.
Strategi ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga gula darah dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
Kristyaning Melinda Trisnia, Perawat sekaligus Pemegang Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Manggar, menjelaskan bahwa edukasi dan pencegahan dilakukan melalui berbagai kanal.
“Kami menggunakan media sosial puskesmas seperti Instagram dan WhatsApp untuk memberikan informasi kesehatan secara rutin. Selain itu, penyuluhan juga dilakukan secara langsung di puskesmas, sekolah, dan posyandu,” ujarnya, Sabtu 15 November 2025.
Salah satu strategi penting adalah skrining gula darah di sekolah. Melalui program ini, anak-anak mulai diperiksa sejak dini, sehingga potensi risiko diabetes dapat diketahui lebih awal.
“Dengan skrining di sekolah, deteksi diabetes bisa dilakukan sejak anak-anak. Jadi, bukan hanya pasien yang datang ke puskesmas yang bisa diperiksa, tetapi keluarga yang mendampingi juga bisa ikut skrining,” tambah Melinda.
Langkah ini tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga menyasar orang dewasa dalam keluarga.
Deteksi dini melalui skrining rutin memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengubah pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan mengendalikan berat badan sebelum kondisi semakin parah.
Selain skrining, edukasi mengenai pola makan sehat dan gaya hidup aktif menjadi bagian penting dari program puskesmas.
Melinda menjelaskan, informasi disampaikan secara praktis melalui media digital maupun penyuluhan langsung agar lebih mudah dipahami masyarakat.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau berbagai kelompok usia, dari anak-anak hingga orang dewasa, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Kombinasi strategi deteksi dini, pemberdayaan keluarga, dan edukasi digital menjadikan Puskesmas Manggar lebih efektif dalam mencegah diabetes.
Program ini juga mendorong masyarakat untuk lebih proaktif memantau kondisi kesehatannya dan menumbuhkan budaya hidup sehat di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Dengan inovasi berbasis teknologi dan pendekatan komunitas, Puskesmas Manggar menunjukkan bahwa pencegahan diabetes bukan hanya tanggung jawab pasien, tetapi upaya bersama masyarakat dan tenaga kesehatan.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat menurunkan risiko diabetes sejak dini, meningkatkan kualitas hidup, dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat serta produktif. (*/ADV/jan)















