BALIKPAPAN, lintasraya.com – Tertundanya pembentukan Alat Kelengkapan Daerah (AKD) di DPRD Balikpapan dianggap tidak mempengaruhi Kegiatan Serap Aspirasi (Reses).
Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Balikpapan fraksi Golkar, Alwi Alqadri, Senin (21/3/2022).
“AKD juga belum selesai, kalau diundur satu mingguan saya rasa tidak masalah, yang penting masih bulan ini,” kata Alwi.
Memang permasalahan di masyarakat sangat banyak. Utamanya banjir dan masalah baru, yaitu langkanya minyak goreng murah. Tapi memang masalah minyak ini persoalan dari pusat.
“Saya yakin pihak pemerintah bersama legislatif sudah mencari solusi penanganan masalah banjir ini,” ungkapnya.
Alwi menyebut, khusus di Dapilnya Balikpapan Barat, persoalan pemasangan air bersih (PDAM) menjadi prioritas dikeluhkan warga.
“Kami akan memanggil pihak PDAM dalam reses nanti. Biar mereka yang menjawab untuk solusinya,” beber Alwi.
“Karena apa, jangankan yang baru mau pasang, yang sudah pasang saja airnya tidak mengalir,” tambahnya.
Selain itu, persoalan tanah longsor juga dialami Dapilnya. Ditambah pro dan kontra pembangunan SMP 25 di Balikpapan Barat. Yang dianggap membahayakan orang jatuh ke laut nantinya.
“Biasalah, setiap kebijakan itu ada yang suka dan tidak. Ada juga yang bilang kenapa sekolahan dibangun di atas air. Karena rawan orang jatuh ke laut,” jelasnya.
Mestinya warga bersyukur karena SMP Negeri 25 dibangun. Mengingat setiap tahunnya selalu dihantui persoalan anak sekolah. Begitu juga dengan pembangunan rumah sakitnya.
“Sekarang sudah dibangun sekolah negeri dan rumah sakit kenapa lagi di protes. Karena lahan kosong di Balikpapan barat juga sangat sulit,” tambahnya.(*/wan)















