LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – SDN 014 Balikpapan Selatan meraih Penghargaan Adiwiyata Mandiri, penghargaan tertinggi di bidang lingkungan bagi sekolah, berkat inovasi dalam penerapan Perilaku Ramah Lingkungan Hidup (PRLH).
Keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen dan kolaborasi berbagai elemen sekolah selama lima tahun terakhir.
Kepala Sekolah SDN 014, Sukamti, menuturkan bahwa prestasi ini tidak terlepas dari peran serta seluruh warga sekolah, termasuk guru, siswa, petugas kebersihan, dan penjual kantin yang berperan aktif dalam menjaga kebersihan serta menciptakan lingkungan yang sehat dan lestari.
“Kami menargetkan Adiwiyata Mandiri sejak lima tahun lalu, dan prosesnya melibatkan semua pihak. Program PRLH yang diterapkan tidak hanya untuk kebersihan, tetapi juga untuk membentuk karakter cinta lingkungan,” kata Sukamti.
Tim Adiwiyata SDN 014 yang terdiri dari Hasanah dan Susanto menjelaskan bahwa sekolah menitikberatkan beberapa program unggulan seperti pengelolaan sampah, konservasi air, energi, dan penghijauan.
Sekolah ini telah menciptakan 35 lubang biopori di sekitar halaman sekolah yang digunakan untuk meningkatkan daya serap air dan menghasilkan kompos dari sampah organik. Hasanah juga menambahkan bahwa terdapat lebih dari 1.000 pohon yang ditanam di sekolah untuk penghijauan dan sebagai penghasil oksigen.
“Kami mengajarkan kepada siswa bagaimana merawat tanaman dan menjaga kebersihan lingkungan. Ini bagian dari pendidikan karakter yang mereka dapatkan setiap hari,” ungkap Hasanah.
Salah satu inovasi penting yang diterapkan adalah penggunaan air bekas wudhu untuk menyiram tanaman, bagian dari program konservasi air. Selain itu, sekolah juga mengimplementasikan upaya konservasi energi, di mana siswa diajarkan untuk menyesuaikan penggunaan listrik sesuai kebutuhan, seperti mematikan lampu di siang hari jika tidak diperlukan.
“Kami mengajarkan siswa untuk peka terhadap penggunaan energi. Jika kelas cukup terang, mereka tahu untuk tidak menyalakan lampu. Ini cara sederhana yang diajarkan agar mereka bisa lebih hemat energi,” ujar Susanto.
Tak hanya itu, SDN 014 juga memanfaatkan minyak jelantah untuk membuat lentera sebagai salah satu inovasi dalam program konservasi energi. Upaya ini tidak hanya mengajarkan siswa untuk hemat energi tetapi juga untuk berpikir kreatif dalam memanfaatkan limbah.
Salah satu aspek penting dalam program PRLH di SDN 014 adalah pemilahan sampah, baik sampah organik maupun anorganik. Sampah organik yang dikumpulkan dari sekolah dan kantin diolah menjadi kompos, yang kemudian digunakan untuk memperkaya tanah di kebun sekolah.
Selain itu, prestasi siswa SDN 014 juga terlihat dalam kampanye perubahan iklim di Balikpapan Super Block (BSB). Dua siswa, Alasi dan Benetta, terpilih mewakili sekolah dalam kampanye tersebut, di mana mereka mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dan memanfaatkan tumbler.
Berkat program-program yang berfokus pada kelestarian lingkungan dan komitmen seluruh warga sekolah, SDN 014 Balikpapan Selatan berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri. Penghargaan ini merupakan bukti nyata dedikasi sekolah dalam melestarikan lingkungan dan mengajarkan generasi muda untuk peduli terhadap alam.
“Kami bangga dengan pencapaian ini, tetapi tentu kami akan terus berinovasi dan melanjutkan program-program ramah lingkungan agar semakin banyak siswa yang bisa belajar pentingnya menjaga bumi kita,” tutup Sukamti.(*/ADV/diskominfo Balikpapan/wan)















