BALIKPAPAN, lintasraya.com – Sejumlah Fraksi DPRD Balikpapan soroti sejumlah persoalan yang terjadi di Balikpapan. Seperti masalah banjir, pendidikan, seragam sekolah gratis hingga menurunnya Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Diketahui, PAD semula ditargetkan Rp 850 miliar lebih, di perubahan 2022 ini turun menjadi Rp 750 miliar lebih. Hal tersebut disampaikan melalui Paripurna dengan Agenda Pemandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Balikpapan terhadap, nota penjelasan Wali Kota atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Balikpapan tentang Perubahan APBD 2022, Senin (5/9/2022) di lantai 2 Kantor DPRD Balikpapan.
Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono, didampingi dua pimpinan DPRD Balikpapan lainnya yakni Sabaruddin Panrecalle dan Subari. Sedangkan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud beserta pejabat Pemkot Balikpapan hadir mengikuti rapat paripurna tersebut secara daring.
Salah satu fraksi yang menyoroti persoalan di Balikpapan yakni, Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya, Yohanis Patiung. Dirinya menjelaskan, fraksi PDI Perjuangan penanganan banjir yang hingga saat ini belum tuntas dan menurunnya PAD Balikpapan di APBD Perubahan 2022.
“Fraksi kami meminta Wali Kota Balikpapan beserta jajarannya untuk segera menuntaskan persoalan banjir yang akhir-akhir ini sering terjadi,” katanya.
Tak hanya itu, permasalahan ganti rugi lahan warga yang belum dibayarkan dan persoalan pendidikan juga disampaikan dalam rapat ini. Dia juga meminta Wali Kota Balikpapan untuk segera menuntaskan lahan warga di SMP 25 dan di lokasi pembangunan rumah sakit Ibu dan Anak di Balikpapan Barat.
“Persoalan lahan warga di lokasi pembangunan SMP 25 dan rumah sakit di Balikpapan Barat juga harus segera diselesaikan agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari,” tutupnya.(*/wan)















