LINTASRAYA.COM, KUBAR – Tim SAR Gabungan yang dikoordinasikan Basarnas Balikpapan akhirnya menuntaskan operasi pencarian korban tenggelamnya kapal ferry di Perairan Ujoh Halang, Kabupaten Kutai Barat. Setelah dua hari pencarian intensif, seluruh 28 penumpang kapal berhasil ditemukan, terdiri dari 20 orang selamat dan 8 orang meninggal dunia.
Pada hari kedua operasi, Rabu (12/11), tim memulai kegiatan dengan briefing pukul 07.00 WITA untuk menentukan strategi pencarian. Proses pencarian dilakukan dengan penyisiran permukaan air, observasi di sekitar lokasi kapal tenggelam, serta penyelaman oleh tim khusus yang terdiri dari personel Basarnas dan Brimob Pas Pelopor 2.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan, Endrow Sasmita, S.E., M.M., menyampaikan hasil operasi tersebut.
“Hasil pencarian hari kedua mencatat delapan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban pertama atas nama Marselus Bouk alias Cello (24) ditemukan pukul 06.00 WITA pada koordinat 0°3’31.60″S 115°36’56.30″E dengan jarak 3,69 kilometer dari titik kejadian. Disusul penemuan korban lainnya atas nama Anci Anwar (50), Dedy (30), Yanto (40), Ilham (27), Asmanu/Bogel (55), dan Ira (24) di lokasi berbeda dengan jarak antara 100 meter hingga 13 kilometer dari lokasi awal,” terang Endrow.
Penyelaman sempat dilakukan pukul 15.00 WITA untuk meninjau badan kapal, namun harus dihentikan karena arus sungai sangat deras dan berpotensi membahayakan penyelam. Kendati demikian, Tim SAR Gabungan tetap melanjutkan pencarian di permukaan sungai hingga sore hari.
“Sekitar pukul 22.19 WITA, tim berhasil menemukan korban kedelapan atas nama Pendy (30) dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 0°04’21.3″S 115°39’45.0″E, atau berjarak 10,7 kilometer dari lokasi kejadian. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Harapan Insan Sendawar Barong Tongkok untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Endrow.
Usai evakuasi, tim melaksanakan debriefing penutupan operasi SAR di Posko Pelabuhan Ferry Muara Leban.
“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan. Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR diusulkan ditutup, dan seluruh unsur kembali ke satuannya masing-masing,” ujar Endrow menegaskan.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, Polres Kutai Barat, Brimob Kompi 2, Satpolairud Res Kutai Barat, BPBD Provinsi Kaltim dan Kutai Barat, Dinas Perhubungan, TNI, tenaga medis, serta masyarakat setempat.
Berbagai alat digunakan dalam operasi ini, seperti rubber boat, speedboat, drone thermal, dan peralatan selam, yang seluruhnya berperan penting dalam mempercepat proses pencarian di medan perairan Sungai Mahakam yang luas dan berarus kuat.
Tragedi tenggelamnya kapal ferry di Ujoh Halang ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan pelayaran di jalur sungai, terutama di wilayah pedalaman Kalimantan Timur yang masih mengandalkan transportasi air sebagai sarana utama mobilitas masyarakat.(*/wan)















