LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Sepatu roda gagal mencapai medali emas pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) lalu.Pada Babak Kualifikasi (BK) PON tahun 2023 lalu, sepatu roda berhasil memborong 11 medali emas. Angka ini menempatkannya pada posisi squad andalan.
Dikatakan Pelatih sepatu roda Kaltim, Romiansyah bahwa timnya berhasil mendapatkan dua perunggu, capaian ini tidak bertambah hingga akhir.
Delapan atlet dibawanya dengan mengikuti semua nomor tanding. Namun, prediksinya ternyata meleset jauh, sehingga emas tak bisa direbut.
“Kita dapat dua perunggu, kan 4 putra dan 4 putri, semua nomor kita ikut, dari 100 meter, 200 meter, dan 500 meter. Kemudian kita juga ada relay dan beregu,” kata Romi, belum lama ini.
Romi menjelaskan, dua perunggu didapat dari nomor 200 meter perorangan dan 500 meter beregu. Padahal target yang dipasang 1 emas.
“Kalau di BK PON kita pakai zona wilayah, karena lawannya juga tidak terlalu berat kita hadapi, tapi PON kita hadapi DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim),” tuturnya.
“Jadi khususnya Pulau Jawa, disitu tantangan kita di PON, masuknya di perunggu. Tapi atlet kita yang masuk final, memang beberapa kali masuk, tapi hanya bisa diurutan keempat dan kelima,” lanjutnya lagi.
Peraihan perunggu atas nama Adam di 200 meter perorangan, sedangkan 500 meter beregu DT didapat atas nama Adam, Ranggan dan Evan.(*/ADV/anr/wan)















