LINTASRAYA.COM, BERAU – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) bersama Kejaksaan Agung RI terus memperkuat sinergi dalam pengamanan Proyek Strategis Nasional (PSN) infrastruktur kelistrikan interkoneksi Kalimantan Timur – Kalimantan Utara.
Kolaborasi ini diwujudkan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) yang digelar di Berau, Kamis (8/5/2025).
Kegiatan dipimpin oleh Kasubdit PPI ESDA dan IPTEK Direktorat PPS Jamintel Kejagung RI, Agus Eko Purnomo, S.H., M.Hum. Ia menegaskan bahwa pengawasan Kejaksaan Agung bertujuan menjaga proyek tetap berjalan sesuai hukum dan bebas dari potensi penyimpangan.
“Ini bukan mencari kesalahan, tapi mencegah risiko sejak awal dan memastikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya dalam rapat koordinasi di Kantor PLN UPP KLT 2 Berau.
PLN menyambut positif sinergi tersebut. Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP KLT, Ferdyan Hijrah Kusuma, menyebut pendampingan hukum sangat penting untuk kelancaran proyek. “AGHT di lapangan bisa kita selesaikan lebih cepat jika ada sinergi yang kuat seperti ini,” ucapnya.
General Manager PLN UIP KLT, Raja Muda Siregar, juga menegaskan pentingnya kerja sama tersebut. “Dengan pengawasan menyeluruh dari Kejagung, kami yakin proyek ini berjalan transparan dan akuntabel. Kami targetkan selesai pada 2025,” katanya.
Setelah rapat koordinasi, tim gabungan meninjau langsung proyek SUTT 150 kV Tanjung Redeb–Talisayan yang membentang di Desa Suaran, Kecamatan Sambaliung. Kunjungan ini dimaksudkan untuk melihat progres aktual serta mengidentifikasi potensi kendala teknis di lapangan.
Manager PLN UPP KLT 2, Jefri Sambara Palelleng, menyampaikan optimisme timnya dalam menyelesaikan proyek tepat waktu. “Kehadiran Kejagung memberikan semangat dan kepastian hukum bagi seluruh tim kami,” ujarnya.
Monev ini menunjukkan sinergi nyata antara aparat penegak hukum dan BUMN dalam mendukung pembangunan nasional. Proyek interkoneksi listrik Kaltim-Kaltara diharapkan mampu memperkuat sistem kelistrikan regional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.(*/ADV/)















