LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Upaya pencegahan diabetes terus diperkuat di wilayah kerja Puskesmas Manggar.
Melalui strategi deteksi dini yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, puskesmas memastikan penyaringan faktor risiko diabetes dapat dilakukan lebih cepat, lebih dekat, dan lebih merata.
Langkah ini menjadi penting mengingat angka penyakit tidak menular, termasuk diabetes, terus menunjukkan kecenderungan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kristyaning Melinda Trisnia, Perawat sekaligus Pemegang Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Manggar, menjelaskan bahwa deteksi awal penyakit ini kini menjadi prioritas.
Ia menegaskan bahwa puskesmas menyediakan skrining gula darah gratis bagi seluruh pengunjung, baik mereka yang memiliki keluhan maupun yang sekadar ingin mengetahui kondisi kesehatannya.
Fasilitas ini memudahkan masyarakat dalam memantau kesehatan tanpa harus menunggu gejala muncul.
Upaya deteksi dini tidak hanya berhenti di lingkungan puskesmas. Melinda menyebutkan adanya kerja sama aktif dengan sejumlah sekolah untuk melakukan skrining gula darah bagi siswa dan tenaga pendidik.
Program ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat. Menurutnya, kebiasaan hidup yang tidak seimbang dapat menjadi pemicu meningkatnya risiko diabetes, terutama pada usia produktif.
Salah satu kekuatan Puskesmas Manggar dalam menjangkau masyarakat adalah melalui pemberdayaan kader posyandu.
Para kader, yang setiap bulan berinteraksi langsung dengan ibu, bayi, balita, dan warga sekitar, mendapat pelatihan dari petugas puskesmas.
Mereka diajarkan mengoperasikan tensimeter dan alat cek gula darah, termasuk bagaimana melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, serta tekanan darah.
Dengan kompetensi ini, posyandu bukan hanya berfungsi sebagai tempat pemantauan tumbuh kembang anak, tetapi juga menjadi titik penting dalam pengendalian penyakit tidak menular.
“Dengan memberdayakan kader, pemeriksaan seperti gula darah dan tekanan darah bisa dilakukan lebih cepat dan lebih dekat dengan masyarakat. Ini sangat membantu dalam memantau potensi diabetes sejak awal,” ujar Melinda, Sabtu 15 November 2025.
Program ini juga menjadi langkah strategis untuk menekan angka komplikasi akibat diabetes. Semakin dini kondisi terdeteksi, semakin besar kesempatan bagi pasien untuk melakukan perubahan gaya hidup dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Melalui rangkaian kegiatan skrining rutin, edukasi, dan kolaborasi lintas sektor, Puskesmas Manggar menunjukkan komitmennya dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat.
Deteksi dini bukan sekadar program, tetapi investasi jangka panjang untuk melindungi generasi dari risiko penyakit kronis yang dapat dicegah. (*/ADV/jan)















