BALIKPAPAN, lintasraya.com – Momen perayaan HUT Balikpapan ke-126 tentu akan menjadi kebahagian masyarakat Balikpapan. Ditambah lagi Balikpapan sebagai kota penyanggah IKN baru. Sudah selayaknya masyarakat Balikpapan merasakan kesejahteraan dan kenyamana bertempat tinggal di kota Beriman ini.
Namun pada kenyataannya, masih adanya masyarakat yang belum mendapatkan hal tersebut. Contohnya, beberapa warga Balikpapan yang mengeluhkan persoalan pembayaran Lahan milik mereka yang belum terbayarkan.
Usai mengikuti Paripurna istimewa HUT Balikpapan ke-126, wakil ketua DPRD Balikpapan Subari berharap, dimomen bahagia ini, jangan sampai masyarakat Balikpapan yang masih terzalimi. Memang lanjut, politisi partai PKS ini, sudah Banyak pencapaian pemerintah kota sejak setahun terakhir seperti yang disampaikan wali kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dalam pidatonya. Tentu ini juga perlu di apresiasi.
Namun disisi lain juga, masih perlu dikritisi salah satunya tentang pembebasan lahan warga yang digunakan untuk waduk embung aji Raden di Balikpapan timur, hingga kini belum selesai.
“Hampir setiap hari warga itu datang ke kantor DPRD Balikpapan. Untuk mempertanyakan nasib ganti rugi lahan milik mereka,” katanya, (7/2/2023).
Apalagi kata Subari, seluruh warga telah menyerahkan kelengkapan legalitas lahan milik mereka. Namun kenyataannya hingga kini masih tidak ada kejelasan tentang pembayaran.
“Kita selalu ingatkan pemerintah kota dalam hal ini pak wali untuk segera menindaklanjuti masalah ini. Sebab kuncinya tinggal di pak wali, bukan lagi di DPPR,” tambahnya.
Pasalnya, jika dalam waktu dekat ini belum ada kejelasan warga akan melakukan aksi demo. Jangan sampai di momen perayaan HUT kota Balikpapan ini masih ada masyarakat yang terzalimi.
Diketahui, ada 48 lahan warga yang masuk dalam pembangunan waduk embung aji Raden. Saat ini sudah ada 22 yang diselesaikan. Masih tersisa 26 titik lahan lagi yang belum terbayarkan.
“Tahun lalu sempat Silpa tidak bisa dibayarkan, nah 2023 ini dijanji 30 Januari akan dibayarkan. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ucapnya.
Ditempat yang sama, wali kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyebut, Di masa kepemimpinannya, akan terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur di Balikpapan untuk kesejahteraan masyarakat. Meskipun masih banyak kekurangan tapi Balikpapan masih yang terbaik di Kaltim.
“Kita akan terus bersinergi, berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan semua elemen masyarakat maupun stackholder,” jelasnya.
Saat disinggung tentang pembebasan lahan milik Warga di waduk embung aji Raden di Balikpapan Timur, Rahmad menyebut, pihaknya masih melakukan pengecekan data. Sebab, dirinya, tidak ingin terburu-buru untuk membayarkan karena jangan sampai terulang seperti masa-masa sebelumnya. Sebab, Masalah lahan ini cukup sensitif.
“Jadi saya harus berhati-hati, apakah sudah benar secara administrasi dan prosedurnya. Jangan seperti sebelumnya, harganya benar sekian tapi ternyata ada titipan didalamnya. Itu saya enggak mau, jangan sampai itu terjadi,” tegasnya.
Rahmad menyebut anggaran sudah siap untuk dibayarkan ke warga. Secepatnya akan dibayarkan ke warga, Hanya perlu memastikan saja agar tidak terbentur dengan Masalah hukum dikemudian harinya.
“Saya tidak ada niat untuk menahan pembebasan lahan, dan saya enggak mau di bawah kepemimpinan saya ada OPD terlibat permasalahan pembebasan lahan,” ucapnya.
Apalagi, waduk embung aji Raden ini sangat penting dan merupakan salah satu program prioritas juga.(*/San)















