BALIKPAPAN, lintasraya.com – Gubernur Kaltim Isran Noor meyakini ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh dan melonjak naik ditandai dengan meningkatnya nilai ekspor Kaltim.
Itu disampaikan Isran ketika para pemimpin dunia memprediksikan di tahun 2023 ini terjadi krisis ekonomi melanda negara-negara besar dampak pandemi Covid-19 dan perang Rusia – Ukraina.
Diakuinya, tumbuh positif ekonomi Indonesia ini pun dampak dari perang Ukraina dengan Rusia, selain dampak pasca pandemi Covid-19.
Sehingga sekarang memicu gejolak dunia tapi nilai ekspor Kaltim melonjak terus sejak 2019 sampai pandemi Covid-19 merebak, berlanjut tahun 2020 dan 2021 hingga tahun 2022.
“Dan tahun 2023 ini bisa mencapai fourty billion US dollars (40 miliar USD),” kata Isran dilansir dari instagram @Pemprov_Kaltim, Senin (6/2/2023).
Kenapa bisa terjadi? “Karena dibutuhkan gas, batubara, minyak juga sawit oleh negara-negara tersebut,” lanjutnya.
Ini artinya ekonomi Indonesia, khususnya Kaltim akan kembali melonjak signifikan pertumbuhannya.
“Tidak ada sejarah Indonesia, rekor cadangan devisa kita tertinggi, sampai sekarang,” tegas Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia ini.
Karenanya, lanjut Isran, pandemi Covid-19 dan perang dua negara memberi hikmah besar bagi perekomomian Indonesia.
“Salah satu nilai ekspor Indonesia meningkat dan Kaltim ikut berkontribusi didalamnya,” tandasnya.
Secara kumulatif, nilai ekspor migas Kaltim tahun 2022 mencapai USD 2,99 miliar atau naik 86,78 persen dibanding tahun 2021.
“Sementara ekspor nonmigas mencapai 33,05 miliar US dollars atau naik 46,55 persen,” pungkasnya. (jan)















