LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Wakil Ketua I DPRD Balikpapan, Budiono, menyatakan bahwa Kota Balikpapan menghadapi tantangan serius dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024 akibat kurangnya daya tampung sekolah. Budiono menekankan perlunya ekspansi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) untuk mengatasi masalah ini.
Sekolah negeri tetap menjadi pilihan utama bagi orang tua dalam menyekolahkan anak-anak mereka setelah lulus dari Sekolah Dasar (SD), kata Budiono. “DPRD bersama Pemerintah Kota Balikpapan berupaya keras untuk mengatasi masalah Rombongan Belajar (Rombel) yang terus meningkat,” ujarnya pada Rabu (5/6/2024).
Upaya penambahan SMPN baru seperti SMPN 25 dan SMPN 26 Balikpapan Regency, serta Sekolah Terpadu di Graha Indah, telah memberikan solusi sebagian terhadap masalah PPDB. Namun, data menunjukkan bahwa jumlah lulusan SD yang hampir mencapai 12 ribu siswa jauh melebihi kapasitas SMPN yang hanya mampu menampung sekitar 6.500 siswa.
Budiono mengungkapkan rencana pembangunan dua SMPN baru di Gunung Pasir Balikpapan Tengah dan Balikpapan Timur sebagai langkah konkret untuk mengurangi kekurangan Rombel. Dia juga menyoroti pentingnya regulasi yang diatur oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud), termasuk sistem zonasi dan jalur afirmasi.
“Kami akan terus berupaya memenuhi kewajiban pemerintah dalam menyediakan minimal 70% ketersediaan Rombel untuk sekolah negeri,” tegasnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan)















