LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Balikpapan melalui Pos SAR Samarinda mengerahkan tim untuk melakukan operasi pencarian terhadap seorang karyawan PT Kalamur yang dilaporkan tenggelam di Perairan Sungai Mahakam, Kelurahan Loa Buah, Samarinda.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (13/11) sore sekitar pukul 15.00 WITA. Korban diketahui bernama Arbainsyah (45), yang dilaporkan terpeleset dan tenggelam saat melakukan aktivitas logging kayu dari kapal menuju dermaga PT Kalamur.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Search and Rescue Unit (SRU) Pos SAR Samarinda langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 17.10 WITA dan tiba di koordinat 0°34’6.30″S – 117°4’49.90″E sekitar pukul 17.55 WITA.
“Kami telah mengerahkan tim dan peralatan terbaik untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian. Dengan kondisi perairan Sungai Mahakam yang memiliki arus cukup deras, kami akan melakukan pencarian dengan hati-hati namun tetap intensif,” ujar Kepala Pos SAR Samarinda, Kamis (13/11).
Operasi SAR gabungan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Pos SAR Samarinda, Polairud Polda Kaltim, BPBD Samarinda, PT Kalamur Samarinda, serta relawan setempat.
Dalam operasi ini, tim menggunakan berbagai peralatan pendukung seperti Rescue Car, Rubber Boat Basarnas, peralatan selam, serta perangkat komunikasi untuk memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Pihak Basarnas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi ini.
“Kami berterima kasih atas laporan cepat dari masyarakat dan respons sigap semua pihak. Sinergi ini sangat penting dalam operasi pencarian korban tenggelam seperti ini,” tambah Kepala Pos SAR Samarinda.
Adapun data korban yang masih dalam pencarian adalah, Arbainsyah (L), Usia 45 tahun, karyawan Perusahaan PT. Kalamur Samarinda.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR masih terus melakukan pencarian di area Sungai Mahakam, dengan harapan korban dapat segera ditemukan. Basarnas juga mengimbau masyarakat sekitar agar melaporkan segera apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban kepada petugas di lapangan atau pihak berwenang terdekat.(*/san)















