LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Aksi pencurian kembali terjadi di sebuah toko kelontong di kawasan Balikpapan Utara. Ironisnya, bangunan tersebut belum genap sebulan lalu menjadi lokasi pembunuhan penjaga toko, dan kini kembali menjadi sasaran kejahatan.
Peristiwa itu terjadi pada Senin, 16 Februari 2026 sekitar pukul 04.30 Wita, di Jalan MT Haryono, Kelurahan Gunung Samarinda Baru. Dua pria tak dikenal terekam kamera pengawas masuk ke dalam toko dengan cara merusak gembok pintu menggunakan gunting beton.
Pemilik toko, Ambo, baru menyadari kejadian tersebut saat hendak membuka usahanya sekitar pukul 07.00 Wita. Ia mendapati pintu sudah dalam kondisi terbuka dan gembok tampak rusak akibat ditarik paksa.
“Saya datang pagi, pintu sudah terbuka. Gemboknya kelihatan rusak,” ujar Ambo saat ditemui, Selasa (17/2/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV, kedua pelaku terlihat cukup sigap. Meski gembok tidak sepenuhnya terpotong, tarikan keras membuat pengaman pintu tidak lagi berfungsi. Bahkan, alat berupa gunting beton yang digunakan pelaku ditinggalkan di dalam toko.
“Di CCTV terlihat jelas mereka pakai gunting beton. Alat itu malah ditinggal di dalam toko,” jelasnya.
Setelah berhasil masuk, pelaku langsung menguras laci kasir dan etalase rokok. Untuk menghilangkan jejak, kabel kamera pengawas sempat dicabut. Namun sebagian wajah pelaku masih sempat terekam, meski samar.
Dalam rekaman tersebut, satu pelaku terlihat mengenakan helm, sementara rekannya menutup kepala dengan tudung jaket. Gerakan keduanya dinilai lebih cepat saat mengambil barang dibanding saat membobol pintu.
“Kabel CCTV dicabut semua, tapi dari kamera sebelah sini wajahnya sempat kelihatan,” tambah Ambo.
Akibat kejadian itu, uang tunai untuk modal usaha serta sejumlah rokok raib. Kerugian ditaksir mencapai Rp2 hingga Rp3 juta.
“Kalau dihitung, kira-kira sekitar Rp2 sampai Rp3 juta,” ungkapnya.
Pihak kepolisian dari Polsek Balikpapan Utara disebut telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Namun hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Balikpapan Utara, Rezsa Aditulloh, belum memberikan keterangan resmi.
Kasus ini menambah daftar tindak kejahatan di lokasi yang sama, sekaligus memunculkan kekhawatiran warga sekitar terkait keamanan lingkungan.(*/wan)















