LINTASRAYA.COM, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dengan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di sejumlah desa dan kelurahan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, menyampaikan bahwa pembentukan Destana dan SPAB adalah langkah strategis untuk melibatkan masyarakat dan pelajar sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana. “Ini merupakan upaya kami untuk mengurangi risiko bencana serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman yang mungkin terjadi,” ungkap Kuncoro pada Selasa, (29/10/2024).
Saat ini, sudah terbentuk 15 Destana yang tersebar di empat kecamatan, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 30 anggota. Destana yang sudah terbentuk mencakup Desa Api-Api, Sumber Sari, Bangu Mulyo, Sesulu, Babulu Laut, Rintik, Sebakung Jaya, Karang Jinawi, Bukit Subur, Telemow, dan Desa Giripurwa, serta Kelurahan Sesumpu, Riko, Sepaku, dan Saloloang.
Selain Destana, enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga telah ditetapkan sebagai SPAB, yaitu SMP Negeri 25, SMP Negeri 7, SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, SMP Negeri 18, dan SMP Negeri 21. Kuncoro menjelaskan, pembentukan SPAB di sekolah-sekolah tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan pelajar dan staf dalam menghadapi bencana serta mengedukasi mereka tentang mitigasi risiko bencana.
“Diharapkan dengan adanya Destana dan SPAB ini, masyarakat dan siswa dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana, serta mampu melakukan penanganan awal yang efektif,” tandasnya.
Melalui langkah-langkah ini, Pemkab PPU menunjukkan komitmennya untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan oleh bencana.(*/ADV/DiskominfoPPU/wan)















