LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan mulai mengarahkan fokus pengembangan pendapatan asli daerah (PAD) ke sektor hiburan, rekreasi, dan pariwisata sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi lokal yang selama ini tidak bergantung pada sumber daya alam.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengungkapkan hal tersebut usai menghadiri Rapat Paripurna ke-14 Masa Sidang III Tahun Sidang 2024/2025 DPRD Kota Balikpapan, yang digelar pada Selasa (10/6/2025) di Gedung Parkir Klandasan.
Menurut Bagus, sektor hiburan seperti tempat rekreasi, sarana olahraga, hingga wisata lokal memiliki potensi signifikan untuk dikembangkan dan menjadi penyumbang PAD baru. Hal ini menjadi penting mengingat Kota Balikpapan bukan daerah penghasil tambang atau mineral sebagaimana daerah lain di Kalimantan Timur.
“Kami menyadari Balikpapan tidak memiliki sumber daya tambang. Maka dari itu, kami terus berupaya mendorong potensi dari sektor lain, terutama hiburan dan wisata yang ke depan bisa kita kembangkan lebih maksimal,” ujar Bagus.
Ia mengakui bahwa salah satu subsektor seperti pajak Tempat Hiburan Malam (THM) belum ditinjau secara rinci, namun secara umum Pemerintah Kota memiliki rencana jangka menengah untuk mengoptimalkan kontribusi dari sektor jasa dan pariwisata.
“Saya belum mendalami secara spesifik soal THM, tapi kami terbuka untuk melakukan evaluasi dan kajian menyeluruh agar pengelolaan pajaknya tepat sasaran tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat,” tambahnya.
Bagus menyampaikan bahwa Pemkot akan melakukan pemetaan potensi dan menyusun kebijakan yang adil dan terukur, baik bagi pelaku usaha hiburan maupun masyarakat sebagai pengguna jasa. Salah satu upaya yang tengah disiapkan adalah penguatan regulasi dan pembinaan usaha jasa hiburan dan wisata agar tetap dalam koridor yang tertib dan berkontribusi positif bagi daerah.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan warga. “Kami tidak ingin mengejar PAD dengan mengorbankan ketertiban sosial atau kenyamanan lingkungan. Maka pendekatan yang kami ambil akan bersifat holistik, termasuk edukasi dan dialog dengan pelaku usaha,” ungkapnya.
Upaya peningkatan PAD dari sektor hiburan ini juga merupakan bagian dari strategi Pemkot Balikpapan dalam memperluas basis ekonomi daerah, terutama menjelang beroperasinya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan meningkatkan arus kunjungan ke wilayah Balikpapan.
Dengan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan jasa hiburan, Pemkot berharap bisa menciptakan efek berganda bagi pelaku UMKM, industri kreatif, serta membuka lapangan kerja baru di sektor informal dan formal.
“Targetnya bukan hanya PAD naik, tapi kita ingin menciptakan ekosistem yang sehat untuk pariwisata, hiburan, dan jasa. Ini sekaligus akan membuat Balikpapan lebih hidup sebagai kota jasa penyangga IKN,” pungkas Bagus.
Rencana ini mendapat perhatian DPRD yang meminta agar dalam prosesnya, Pemkot tetap memegang prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta melibatkan stakeholder secara aktif dalam penyusunan aturan dan kebijakan turunan.(*/ADV/diskominfo Balikpapan/ko)















