LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Pegulat asal Kalimantan Timur (Kaltim), Suparmanto kini tidur dengan berkalungkan medali emas yang berhasil diraihnya pada PON XXI/2024 lalu.
Medali emas berhasil didapatnya pada gaya greco roman kelas 60 kg, setelah menumbangkan rivalnya asal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Agus Setia Bakti.
Peraih medali emas ketiga dari cabor gulat untuk Kaltim ini menjelaskan bahwa proses panjang hingga berhasil merebut emas pada PON kali ini tidaklah mudah. Ia sempat merasa pesimis dan berpikir akan kehilangan medali, namun berkat perjuangannya, ia berhasil naik ke podium utama.
“Di final sebenarnya saya yakin bakal mendapatkan emas, tetapi karena faktor tertentu membuat saya berpikir akan kehilangan medali emas,” katanya, belum lama ini.
Suparmanto kemudian menjelaskan bahwa ia dan rekannya kurang melakukan sparing partner. Hal ini disebabkan kekhawatiran untuk melukai atau mencederai rekannya saat melakukan sparing antar sesama atlet Kaltim.
“Persiapan gulat Kaltim cukup matang, tetapi kami memang kurang sparing partner. Karena teman yang jadi sparing partner juga harus dijaga, takut cedera jika kami paksakan,” tambahnya.
Berkat program Pelatda KONI Kaltim selama enam bulan dan training camp (TC) yang dilakukan hingga ke negeri Gingseng, hasil ini dapat dituai dengan maksimal.
Selain untuk KONI dan kontingen Kaltim, Suparmanto juga mempersembahkan medali ini untuk keluarganya yang selalu mendoakan.
“Anak, istri, dan kedua orang tua saya. Tanpa mereka, saya bukan apa-apa,” ucap Suparmanto.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading menyebutkan bangga atas prestasi yang sudah dicapai.
Dia meminta para atlet bisa konsisten dalam mempertahankan prestasinya. Serta meminta atlet lain bisa meningkatkan prestasi mereka.(*/ADV/dispora kaltim/anr)















