LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait Rencana Tindak Darurat (RTD) untuk Bendungan Teritip.
Acara penandatanganan ini berlangsung di Aula Balai Kota Balikpapan pada Kamis (24/10/2024) dan menjadi langkah signifikan dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di area sekitar bendungan yang telah beroperasi sejak 2019.
Kepala BWS Kalimantan IV, Yosiandi Radi Wicaksono, menjelaskan pentingnya dokumen RTD dalam memastikan respons yang tepat dan cepat terhadap potensi bencana, khususnya yang disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem. Bendungan Teritip, yang menjadi sumber air dan pengendalian banjir bagi wilayah Balikpapan, kini lebih siap menghadapi ancaman bencana alam seperti curah hujan yang tinggi, yang berpotensi menyebabkan air meluap melebihi kapasitas tampung.
“RTD ini mengatur rencana penanganan darurat yang akan diaktifkan jika terjadi situasi bencana,” ungkap Yosiandi. Dalam dokumen tersebut, BWS Kalimantan IV telah memetakan zonasi risiko di area hilir bendungan, merencanakan titik evakuasi, dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
Penandatanganan MoU ini menunjukkan bahwa dokumen RTD untuk Bendungan Teritip telah rampung dan siap diserahkan kepada Ditjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Yosiandi memastikan bahwa Bendungan Teritip memenuhi standar keamanan yang ketat, dengan pemantauan operasional yang dilakukan setiap hari melalui serangkaian sensor. “Kami mengaktifkan berbagai sensor seperti sensor ketinggian air, sensor pompa, dan sensor curah hujan untuk memantau kondisi secara real-time, sehingga kami bisa siap merespons jika terjadi keadaan darurat,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut dari MoU ini, Pemkot Balikpapan dan BWS Kalimantan IV akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar bendungan. Kegiatan ini bertujuan agar warga memahami langkah-langkah yang harus diambil jika terjadi kondisi darurat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga merekomendasikan simulasi penanganan bencana bersama BPBD, TNI, dan Kepolisian untuk melatih kesiapsiagaan masyarakat serta memastikan koordinasi yang solid di antara semua pihak terkait.
Pemkot Balikpapan berharap melalui implementasi RTD dan dukungan sosialisasi ini, kesiapsiagaan bencana di sekitar Bendungan Teritip semakin kuat, menjaga keselamatan warga, dan melindungi infrastruktur penting kota. (*/ADV/diskominfo Balikpapan/wan)















