LINTASRAYA.COM, PENAJAM – Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengadakan rapat evaluasi dan monitoring terkait implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di tingkat kabupaten sebagai upaya memperkuat keadilan gender dalam pembangunan daerah, Kamis (1/11/2024).
Kepala Bapelitbang PPU, Tur Wahyu, menyatakan bahwa pengarusutamaan gender dalam pembangunan adalah langkah strategis yang penting untuk menciptakan keseimbangan dan keadilan gender. “Pelaksanaan PUG diharapkan mencakup empat indikator keberhasilan yaitu akses, partisipasi, manfaat, dan kontrol yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan,” ujarnya.
Tur Wahyu menambahkan bahwa kebijakan ini sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang menjamin hak setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam pembangunan di berbagai sektor kehidupan. Selain itu, Pemerintah Kabupaten PPU telah mengintegrasikan isu gender ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045, dengan tujuan menciptakan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan gender serta meningkatkan kualitas hidup keluarga.
“Dalam RPJPD, arah pembangunan berfokus pada peningkatan kualitas keluarga, pencapaian kesetaraan gender, dan pembentukan masyarakat yang inklusif,” tambahnya. Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten PPU telah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah sebagai panduan bagi aparatur dalam menyusun strategi integrasi gender di setiap tahapan kebijakan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Pada kesempatan ini, Tur Wahyu juga mengapresiasi pencapaian Kabupaten PPU yang berhasil meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori Pratama pada tahun 2021 dan naik ke kategori Madya pada tahun 2023. Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan PUG di seluruh sektor pembangunan. “Kami berterima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah berupaya menyediakan data yang diperlukan dalam penilaian APE, dan kami harap pencapaian ini bisa memotivasi untuk meraih peringkat lebih tinggi di tahun 2025,” jelasnya.
Tur Wahyu mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mengembangkan inisiatif yang mendukung keterlibatan aktif semua elemen masyarakat dalam mencapai tujuan kesetaraan gender yang berkelanjutan.(*/ADV/DiskominfoPPU/wan)















