LINTASRAYA.COM, SAMARINDA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim), Rusdiansyah Aras sebut hanya 20 persen atlet yang bisa melanjutkan ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
20 persen ini diambil dari 659 atlet yang berlaga pada PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) lalu.
“Maksud saya yang bisa dipertahankan untuk PON di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Selebihnya tidak,” tuturnya.
Maka dari itu, dia mengatakan pada 2025 mendatang semua cabor jika ingin meminta bantuan pelaksanaan kejuaraan daerah (kejurda), maka wajib melaksanakan kejurda junior.
“Ini wajib untuk kaderisasi, regenerasi. Kalau mereka tidak melakukan kejurda juniornya, maka kita tidak akan bantu kejurda seniornya,” jelasnya.
Tak hanya sampai disitu, masih ada catatan. Ketika mereka mengajukan bantuan dana untuk pelaksanaan kejurda junior, mereka juga harus menyampaikan fotocopy ijazah.
“Jadi benar-benar kita tahu, sama aktenya, apakah ini benar-benar junior. Jangan sampai nama saja, sehingga tidak ada permainan lagi,” imbuhnya.
“Kan biasanya ada yang hanya setor nama saja, oh ini 20 orang, kita hitung kemudian sekian-sekian ini bantuannya. Maka dokumen-dokumen seperti itu sangat penting,” lanjutnya.
Rusdi menegaskan, KONI Kaltim siap melakukan hal tersebut. Dikatakannya, memang pihaknya harus siap melakukan hal itu.
“Harus siap, mau tidak mau harus siap kan,” pungkasnya.(*/ADV/anr/wan)















