LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Balikpapan, sebagai salah satu kota penyangga utama bagi Ibu Kota Nusantara (IKN), kini menghadapi tantangan sekaligus peluang besar untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonominya.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, mengungkapkan bahwa untuk memaksimalkan manfaat dari kemajuan IKN, penting bagi kota ini untuk menciptakan ekonomi yang tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga berkelanjutan.
“Balikpapan memiliki potensi luar biasa untuk tumbuh bersama IKN. Namun, kita harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi kita tidak hanya terjadi dalam jangka pendek, tetapi juga menciptakan keberlanjutan bagi generasi mendatang,” ungkap Yono, pada Sabtu 9 November 2024.
Yono menjelaskan bahwa seiring dengan meningkatnya pembangunan di IKN, Balikpapan kini menyaksikan dampak nyata dalam berbagai sektor.
Ekonomi kota ini, yang sudah menunjukkan angka pertumbuhan hingga tujuh persen, turut terangkat oleh kehadiran sejumlah proyek infrastruktur besar dan berbagai acara berskala nasional hingga internasional.
“Dampak dari IKN mulai terasa dengan bertumbuhnya kegiatan ekonomi di kota ini. Peningkatan jumlah event yang digelar, baik itu konferensi internasional maupun pameran nasional, memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Balikpapan,” tambah Yono.
Tidak hanya sektor hiburan dan pariwisata yang merasakan keuntungan dari IKN. Menurut Yono, sektor-sektor lain seperti perhotelan, transportasi, dan UMKM juga mendapatkan manfaat langsung, seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan dan pelaku bisnis yang datang ke kota ini.
“UMKM kita, yang selama ini berfokus pada produk lokal, kini memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar lebih luas, baik domestik maupun internasional. Kami terus mendorong sektor ini agar lebih berkembang dan mampu bersaing di pasar global,” jelasnya.
Meski begitu, Yono menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi Balikpapan tidak bisa hanya bergantung pada sektor-sektor yang bersifat sementara. Pembangunan ekonomi yang sesungguhnya harus mencakup juga pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur yang mendukung kemandirian ekonomi daerah.
“Kita tidak boleh hanya bergantung pada sektor-sektor yang sifatnya sesaat. Pembangunan ekonomi harus berorientasi pada keberlanjutan, dengan mengedepankan pengembangan kapasitas SDM, dan menciptakan lapangan kerja yang inklusif bagi masyarakat Balikpapan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yono menyampaikan bahwa DPRD Balikpapan berkomitmen untuk terus mendorong terjadinya integrasi antara kemajuan yang terjadi di IKN dan perkembangan ekonomi kota, sehingga dapat tercipta ekosistem yang saling mendukung dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, agar Balikpapan tidak hanya menjadi saksi dalam pembangunan IKN, tetapi juga menjadi pemain utama yang merasakan manfaatnya secara langsung,” tutup Yono. (*/ADV/DPRD Balikpapan/jan)















