PENAJAM, lintasraya.com – Pengerjaan jalan poros di Kilometer 9 Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam belum rampung. Dan dinilai rawan terjadi kecelakaan.
Tepatnya di depan stasiun pengisin bahan bakar umum (SPBU) Penajam Paser Utara (PPU). Pasalnya sudah beberapa kali terjadi kecelakaan kalau lintas di area tersebut.
Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres PPU, AKP Alimuddin, Minggu, (20/2/2022). Tercatat dalam masa pekerjaan perbaikan jalan itu telah ada 4 kali kejadian serupa. Kecelakaan lalu lintas tunggal kendaraan roda 4 gagal mengendalikan kendaraannya. Dan akhirnya terperosok.
“Pengendara perlu waspada ketika hendak keluar SPBU, kejadian terakhir sekitar 10 Februari 2022 lalu, satu mobil mengalami kecelakaan lagi,” ucapnya.
Dipaparkan mobil tersebut sedang mengantar keluarga dari Kota Balikpapan menuju Kota Banjarmasin. Namun karena kontur badan jalan yang terjal keluar dari SPBU dan sopir tidak hapal jalan membuat kecelakaan terjadi.
“Korban lakalantas dari Balikpapan tujuan ke Banjarmasin antar keluarga. Kiranya 24 jam buka ternyata tutup keluar lagi dan tidak hapal jalan lurus saja bukan ke kanan atau ke kiri karena dia tidak hapal jalan,” jelasnya.
Kondisi jalan yang dianggap tidak selesai dikerjakan tersebut disimpulkan memiliki tingkat rawan kecelakaan sangat rawan, baik pengendara masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara maupun masyarakat luar daerah.
“Kalau kami lihat itu memang sangat rawan baik bagi orang hapal jalan apalagi orang yang yang tidak hapal,” ujarnya.
Kini Satlantas Polres Penajam Paser Utara tengah mencari solusinya dan akan mengundang pihak OPD terkait.
“Makanya kami coba komunikasi melalui staf pengusaha SPBU, kontraktor, sama dinas terkait, karena harus ada komunikasi agar bisa diketahui siapa yang bertanggung jawab,” tutup Alimuddin. (*/sbk/wan)















