LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Jelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Balikpapan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar pasar murah sebagai upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, perbankan, Pertamina, Baznas, serta distributor bahan pokok.
Wakil Walikota Balikpapan, Bagus Susetyo, dalam sambutannya menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan langkah strategis dalam mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang bulan Ramadan.
“Biasanya menjelang bulan puasa, harga pangan dan sembako mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Dengan adanya pasar murah ini, kami berharap masyarakat tetap dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujar Bagus Susetyo.
Ia juga menyampaikan bahwa inflasi di Kota Balikpapan masih dalam kategori rendah dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur. Hingga Januari 2025, inflasi tercatat sebesar 0,76%, menunjukkan stabilitas yang cukup baik. “Ini semua berkat kerja sama antara pemerintah, TPID, dan para pelaku usaha yang turut serta dalam menyeimbangkan pasokan dan permintaan,” tambahnya.
Selain sembako, perhatian utama dalam kegiatan ini adalah ketersediaan gas LPG 3 kg yang sering mengalami kelangkaan. Pemerintah Kota Balikpapan bersama Pertamina memastikan bahwa suplai LPG tetap sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan.
“Ada laporan mengenai kelangkaan LPG di pasaran, padahal suplai dari Pertamina selalu sesuai dengan jumlah tabung yang tersedia. Bahkan, sekarang sudah ada diversifikasi dengan LPG 5,5 kg sebagai alternatif,” jelas Bagus Susetyo.
Lebih lanjut, pemerintah juga menyoroti adanya disparitas harga LPG di lapangan. Oleh karena itu, operasi pasar dan pengawasan terhadap distributor akan terus dilakukan guna mencegah praktik penimbunan. “Kami akan terus memantau agen dan distributor untuk memastikan tidak ada penimbunan. Jika ditemukan, kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas,” tegasnya.
Bagus Susetyo juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk DPRD dan aparat keamanan, untuk bersinergi dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi LPG dan sembako berjalan lancar. “Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjadikan Balikpapan sebagai kota yang semakin maju dan sejahtera. Jangan sampai terjadi gejolak akibat lonjakan harga yang tidak terkendali,” katanya.
Dalam kesempatan ini, pemerintah kota juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan pasar murah ini. Mereka juga mengingatkan agar masyarakat tetap tertib dalam membeli kebutuhan, terutama LPG, guna menghindari kericuhan atau gejolak yang tidak diinginkan.
Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan harga kebutuhan pokok tetap stabil selama Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga yang signifikan.(*/ADV/DPRD Balikpapan/wan)















