LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pembatasan aktivitas hiburan selama bulan Ramadan kembali menjadi perbincangan di Balikpapan. Aturan ini berpotensi membuat para pelaku seni musik kehilangan mata pencaharian selama satu bulan penuh.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Sofyan Jufri, menyoroti perlunya solusi agar para musisi tetap bisa bekerja tanpa melanggar norma yang berlaku di bulan suci.
Menurut Sofyan, banyak musisi lokal yang menggantungkan hidupnya dari pertunjukan musik di kafe, restoran, dan tempat hiburan lainnya. Jika pembatasan diberlakukan tanpa alternatif yang jelas, mereka bisa mengalami kesulitan ekonomi, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kita harus mencari keseimbangan antara penghormatan terhadap bulan suci dan kelangsungan ekonomi para pelaku seni. Jangan sampai mereka tidak mendapatkan pemasukan sama sekali selama Ramadan,” ujar Sofyan kepada wartawan, Selasa (25/2/2025).
Ia mengusulkan agar ada kebijakan yang tetap memberikan ruang bagi musisi untuk tampil, misalnya dengan mengadakan acara musik religi atau pertunjukan yang disesuaikan dengan suasana Ramadan.
“Kalau ada event yang sifatnya lebih islami, misalnya musik religi atau akustik yang menyesuaikan suasana Ramadan, itu kan bisa jadi jalan tengah. Tidak harus menutup semua pertunjukan musik,” tambahnya.
Hingga saat ini, belum ada surat edaran resmi dari pemerintah kota yang mengatur secara rinci tentang pembatasan hiburan selama Ramadan di Balikpapan. Sofyan berharap sebelum aturan dikeluarkan, pemerintah dapat berdiskusi dengan DPRD dan komunitas seni untuk mencari solusi yang tidak merugikan satu pihak.
“Sebelum ada kebijakan final, sebaiknya stakeholder terkait duduk bersama. Jangan sampai kebijakan ini merugikan kelompok tertentu, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari dunia hiburan,” tegasnya.
Bagi para musisi dan pekerja seni, Ramadan seharusnya tidak menjadi penghalang untuk tetap berkarya. Oleh karena itu, perlu ada kebijakan yang fleksibel agar mereka tetap bisa bekerja dengan tetap menghormati nilai-nilai keagamaan yang dijunjung tinggi selama bulan suci.(*/ADV/DPRD Balikpapan)















