BALIKPAPAN, lintasraya.com – Pada prinsipnya pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) merupakan momen 2,5 tahun di lembaga legislatif. Tahun ini merupakan pembahasan terlama, karena prosesnya telah banyak menyita waktu.
Ketua DPC Gerindra Balikpapan M Taqwa menjelaskan, Terus terang ini adalah prosesi politik. Tapi tak ada masalah politis yang tak bisa diselesaikan dengan cara musyawarah duduk bersama. Karena muaranya adalah kepentingan bersama untuk melayani masyarakat Balikpapan.
“Sampai hari ini kami masih menunggu, kapan AKD ini dilanjutkan dan selesai,” ungkapnya, Selasa (8/3/2022).
Ditanya target fraksi Gerindra pada AKD ini, Taqwa menegaskan, fraksinya tidak mempunyai target apa-apa. Tapi lebih mengutamakan pemerataan dan membagi kebersamaan.
Taqwa mengatakan, Adanya dinamika politis yang ada didalamnya adalah hal yang biasa. Namun khusus fraksi Gerindra dan fraksi lainnya yang satu persepsi bahwa mekanisme Tata tertib (Tatib) sesuai UU harus dijalankan.
“Enggak ada satu partai pun yang bisa menentukan siapa yang disana siapa yang disini untuk ditempatkan. Sekali lagi ini keputusan politis yang didasari kebersamaan,” tambah anggota DPRD Balikpapan dua periode ini.
AKD ini harusnya berjalan normal dengan mengusung tema kebersamaan. Duduk bareng untuk merumuskan komposisi yang proporsional dan merata.
“Ini bukan kepentingan pribadi dan partai kita. Kedepankan kemaslahatan bersama, karena kepentingan masyarakat Balikpapan jauh lebih besar,” harapnya.
Karena kata Taqwa, Jika AKD ini terus molor fungsi pengawasan dan pelayanan kemasyarakat akan terhambat dan tidak berjalan karena terjadi kekosongan.
“Hari ini kami tegaskan, solidaritas Kami di fraksi untuk kebersamaan sangat kuat dan siap kapan pun,” tegasnnya.(*/wan)















