LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya.
Komitmen ini ia sampaikan dalam pidato Rapat Paripurna DPRD Kota Balikpapan, Rabu (5/3/2025), sebagai bagian dari Pidato Sambutan Wali Kota Balikpapan Masa Jabatan 2025-2030.
Dalam pidatonya, Rahmad menyoroti pentingnya sektor pendidikan sebagai pilar utama dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Ia menegaskan bahwa akses pendidikan berkualitas harus bisa dinikmati oleh seluruh anak Balikpapan tanpa terkecuali.
“Kami ingin memastikan setiap anak di Balikpapan mendapatkan pendidikan yang layak, tanpa terkendala faktor ekonomi. Oleh karena itu, berbagai program bantuan pendidikan akan terus kami jalankan dan tingkatkan,” tegasnya.
Untuk mendukung pendidikan yang lebih inklusif, Pemerintah Kota Balikpapan akan melanjutkan program seragam gratis bagi siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP. Program ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua serta memastikan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh siswa.
Selain itu, pemerintah juga akan memperluas subsidi SPP bagi siswa SD dan SMP swasta, sehingga keluarga yang menyekolahkan anak-anaknya di sekolah swasta tetap mendapatkan bantuan pendidikan.
Guna mengatasi masalah keterbatasan ruang kelas dan meningkatnya jumlah siswa, Pemkot Balikpapan juga berencana membangun tiga unit sekolah baru di Balikpapan Utara. Pembangunan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi para siswa.
“Kami tidak ingin ada anak yang kesulitan bersekolah karena keterbatasan ruang kelas. Sekolah baru ini akan membantu mengurangi kepadatan di sekolah-sekolah yang sudah ada,” jelas Rahmad.
Selain pendidikan, Rahmad Mas’ud juga menekankan bahwa akses layanan kesehatan yang berkualitas harus bisa dinikmati oleh seluruh warga Balikpapan. Oleh karena itu, Pemkot Balikpapan akan mempercepat pembangunan RSUD di Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara.
Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan fasilitas kesehatan di wilayah yang selama ini masih memiliki pelayanan kesehatan terbatas. Selain rumah sakit, pemerintah juga berencana menambah satu unit Puskesmas baru di Sepinggan, Balikpapan Selatan, guna memperluas jangkauan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Salah satu program unggulan yang tetap menjadi prioritas adalah BPJS gratis bagi warga Balikpapan. Pemerintah berkomitmen memperluas cakupan peserta, sehingga lebih banyak masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
“Kami ingin memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih baik dan merata, tanpa terkecuali,” ujar Rahmad.
Rahmad menekankan bahwa seluruh program ini merupakan bagian dari visi besar Balikpapan sebagai kota yang nyaman, modern, dan layak huni bagi semua warganya. Ia optimis bahwa dengan dukungan berbagai pihak, termasuk DPRD, OPD, dan masyarakat, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan dapat terealisasi secara optimal dan berkelanjutan.
“Kami ingin Balikpapan terus berkembang dan menjadi kota yang maju. Dengan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan Balikpapan dapat menjadi kota yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan program pembangunan nasional.(*/ADV/Diskominfo Balikpapan/san)















