LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Bagi sebagian keluarga, biaya pendidikan masih menjadi tantangan besar. Oleh karena itu, Program Indonesia Pintar (PIP) hadir sebagai harapan bagi para orang tua agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah tanpa kendala biaya.
Namun, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa penerima, transparansi dalam pengelolaan dana menjadi hal yang sangat penting.
Anggota DPRD Balikpapan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Utara, Syarifuddin Oddang, mengingatkan sekolah untuk mengelola bantuan PIP dengan baik dan transparan.
Sebagai program dari pemerintah pusat, PIP bertujuan membantu siswa dari jenjang SD hingga SMA agar dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik tanpa terbebani biaya tambahan yang berlebihan.
“Harus dikelola dengan baik oleh sekolah agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Oddang saat ditemui di gedung DPRD Balikpapan, Senin (3/3/2025).
Dana PIP diberikan dengan besaran berbeda sesuai jenjang pendidikan:
Murid SD menerima Rp450 ribu per tahun, sementara siswa baru atau kelas akhir mendapat Rp225 ribu.
Siswa SMP mendapatkan Rp750 ribu per tahun, dengan siswa baru dan kelas akhir menerima Rp375 ribu.
Siswa SMA/SMK memperoleh Rp1,8 juta per tahun, dengan kelas akhir menerima Rp900 ribu.
Bantuan ini dicairkan dalam tiga tahap setiap tahunnya, yaitu Februari–April, Mei–September, dan Oktober–Desember.
Namun, tantangan terbesar bukan hanya pada pencairan dana, tetapi juga memastikan dana tersebut benar-benar sampai ke tangan siswa yang berhak.
Oddang menegaskan bahwa dana ini harus digunakan untuk kepentingan pendidikan, bukan untuk hal lain.
Ia juga memperingatkan agar tidak ada pemotongan dana oleh pihak sekolah. Jika ada yang mencoba mengambil keuntungan dari bantuan ini, konsekuensi hukum akan menanti.
“Ini hak anak-anak didik. Jangan sampai ada pemotongan atau penyalahgunaan dana, karena tujuan utama program ini adalah untuk meringankan beban orang tua dalam membiayai pendidikan anak,” tegasnya.
Di balik angka dan kebijakan, PIP adalah tentang harapan—harapan agar setiap anak bisa terus belajar dan menggapai cita-citanya.
Agar harapan itu tetap hidup, transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana PIP perlu terus dijaga. Sebab, di setiap lembar rupiah bantuan ini, tersimpan masa depan anak-anak Indonesia.(*/ADV/DPRD Balikpapan/wan)















