LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) terus menguatkan ketahanan pangan di daerah dengan berbagai program strategis.
Fokus utama upaya ini adalah memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, serta terjangkau bagi masyarakat.
Salah satu langkah nyata yang diambil adalah stabilisasi harga dan distribusi pangan yang merata melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), yang dilaksanakan dua kali dalam seminggu. Program ini bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga dan memastikan masyarakat dapat mengakses bahan pokok dengan harga yang lebih stabil.
“Selain GPM, kami juga melakukan pemantauan stok dan harga pangan secara rutin melalui enumerator. Dengan pemantauan ini, fluktuasi harga bisa dideteksi lebih awal, sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan,” ujar Kepala DKP3 Kota Balikpapan, Sri Wahyuningsih, Selasa (11/3/2025).
Selain stabilisasi harga, DKP3 rutin melakukan pemetaan daerah ketahanan dan kerentanan pangan setiap tahunnya. Pemetaan ini menjadi dasar pengambilan kebijakan untuk memastikan daerah-daerah yang rentan terhadap krisis pangan mendapatkan perhatian khusus.
Sebagai langkah antisipasi dalam kondisi darurat, DKP3 juga menjaga cadangan pangan daerah yang saat ini dititipkan di Kantor Bulog. Cadangan ini bisa digunakan jika sewaktu-waktu terjadi krisis pangan atau bencana alam yang berdampak pada ketersediaan bahan makanan.
Untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, DKP3 menjalankan berbagai program lintas sektor, antara lain:
- Distribusi Bibit Tanaman – Pembagian bibit sayuran seperti cabai, tomat, dan terong kepada kelompok masyarakat, sekolah, dan kelurahan guna meningkatkan ketahanan pangan berbasis rumah tangga.
- Bantuan BBM Subsidi untuk Nelayan – Meringankan beban operasional nelayan agar produksi ikan tetap terjaga.
- Bantuan Pupuk Bersubsidi – Disalurkan untuk 10 jenis komoditas pertanian guna meningkatkan produktivitas petani.
- Penyediaan Sarana dan Prasarana Pertanian – Berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi bagi kelompok tani.
- Brigade Alsintan – Peminjaman alat pertanian secara bergiliran agar petani dapat mengakses teknologi pertanian modern.
- Pelatihan bagi Nelayan dan Pembudidaya Ikan – Fasilitasi peningkatan keterampilan agar produksi perikanan lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan produksi dan distribusi pangan, DKP3 juga memperkuat pengawasan terhadap keamanan pangan, terutama produk segar asal tumbuhan.
“Pengawasan ini mencakup pemeriksaan sampel pangan dan penyuluhan kepada masyarakat serta pelaku usaha. Tujuannya adalah memastikan pangan yang dikonsumsi aman dan bebas dari zat berbahaya,” kata Sri Wahyuningsih.
Selain itu, sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat, DKP3 juga menjalankan kampanye Stop Boros Pangan, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi makanan serta mengurangi pemborosan.
“Kami ingin masyarakat lebih sadar akan pentingnya konsumsi pangan sehat dan bergizi, serta menghindari pemborosan makanan yang masih menjadi masalah,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah strategis ini, DKP3 berharap ketahanan pangan di Balikpapan semakin kuat dan masyarakat dapat menikmati pangan yang cukup, sehat, dan terjangkau.(*/ADV/Diskominfo Balikpapan/ko)















