BALIKPAPAN, lintasraya.com – Memasuki masa sidang I tahun 2022, seluruh anggota DPRD Balikpapan melakukan serap aspirasi.
Seperti yang dilakukan ketua komisi I dari fraksi PKS, H Laisa Hamisa. Untuk mendengarkan aspirasi warga. Reses Laisa tahun ini di pusatkan di dua RT, kelurahan Damai Bahagia, Selasa (29/3/2022) malam.
Beberapa point penting yang diusulkan dari dua RT tersebut. Seperti Penerangan Jalan, sulitnya anak didik masuk sekolah setiap tahunnya, serta kondisi bangunan SDN 003 yang mengalami kerusakan.
Ketua RT 41 Daswan saputra, mengeluhkan persoalan kuota anak didik baru saat mendaftar sekolah tiap tahunnya. Dirinya mengusulkan kepada pemerintah agar memberikan subsidi kepada sekolah swasta yang ada di Balikpapan.
“Meskipun sekolah negeri di Balikpapan ditambah rombel dan gedungnya ditingkat pasti tidak maksimal. Harusnya sekolah swasta yang diberi subsidi. Agar warga tidak terfokus pada sekolah negeri saja,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan warga itu, H Laisa mengatakan, Dirinya akan berupaya melakukan yang terbaik. Dengan segera merealisasikan kegiatan yang bersifat prioritas.
“Alhamdulillah reses berjalan lancar. Banyak masukan dari warga tentang penerangan lampu jalan. Karena memang sangat minim khususnya di RT 41 dan 42. Memang sangat rawan kecelakaan diwilayah sini. Warga harus berhati-hati menyebrang,” jelasnya.
Laisa mengimbau agar secepatnya warga melakukan permohonan. Supaya dapat diteruskan ke pihak kelurahan atau Dishub.
Sementara untuk perbaikan akses jalan, dirinya sudah mengusulkan di APBD perubahan 2022 ini. Ditambah tentang persoalan anak sekolah yang masih menjadi persoalan penting.
“Damai Bahagia ini berbatasan dengan kelurahan sungai nangka. Tapi anak yang mau masuk di zona Sungai Nangka tidak bisa. Padahal kesepakatan awal dengan pihak kelurahan bisa masuk. Ini yang akan kami pertanyakan ke Disdik langsung,” ungkapnya.
Terakhir, tentang pagar bangunan SDN 003 yang rusak, sudah mendapat tinjauan dari pemerintah kota. Dalam hal ini wali kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bersama pihak kelurahan, kecamatan dan dinas terkait.
“Bahkan infonya sudah kemalingan di SDN 003 ini. Akibat tidak ada pagarnya,” tambahnya. (*/wan)















