BALIKPAPAN, lintasraya.com – Seiring berkembangnya gerakan radikalisme di berbagai belahan dunia, paham-paham radikalisme akan memberi pengaruh negatif terhadap ketahanan nasional khususnya di Indonesia.
Menyikapi hal tersebut, dianggap penting untuk membekali para generasi muda akan dampak paham radikalisme ini. Mengingat generasi muda adalah benteng terdepan bangsa.
Seperti yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kaltim bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim. Dalam kegiatan pencegahan radikalisme dan terorisme dengan tema “expresi Indonesia maju”. Peserta kegiatan ini adalah para siswa SMK/SMA.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Kasubdit Pemberdayaan masyarakat BNPT Pusat, Kolonel Czi Rahmad Suhendro. Yang berlangsung di aula SMKN 4 Balikpapan. Tampak hadir wakil ketua DPRD Balikpapan Budiono, Rabu (6/4/2022) pagi.
Saat ditemui usai kegiatan Budiono sangat Mengapresiasi acara yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kaltim bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim.
Karena di Indonesia dengan beragam kebinekaan tentunya menjadi ancaman besar ketika generasi muda asik dengan dunia gedgetnya. Tanpa mengenal akan ideologi Pancasila, UUD 1945 dan keutuhan bangsa Indonesia.
“Tak bisa dipungkiri, Kadang-kadang Lewat media gedget inilah masuknya ajaran radikalisme masuk ke para Generasi muda,” katanya.
Lanjut Politisi partai berlambang Banteng ini, Seperti disampaikan di kegiatan. Ada remaja yang nekat masuk kedalam jantung aparat kepolisian di Jakarta dan mengancam akan menembak aparat. Artinya, para generasi muda sangat rentan akan ajaran terorisme dan radikalisme.
“Biasanya hal tersebut masuk melalui media gedget dan kelompok-kelompok mereka sendiri. Sekali lagi saya mengapresiasi kegiatan yang mengundang para anak muda. Agar mereka tetap cinta NKRI dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Meskipun berbeda-beda tapi tetap satu kesatuan,” ucapnya.
Dirinya yakin, peran penting generasi muda khususnya di Balikpapan wajib paham dengan ideologi Pancasila, NKRI, UUD, kebinekaan dan kebangsaan. Apalagi Balikpapan merupakan kota penyanggah Ibu Kota Negara (IKN). (*/wan)















