LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Upaya pencegahan karies gigi pada anak sekolah terus diperkuat Puskesmas Sepinggan.
Menindaklanjuti hasil tersebut, tim kesehatan kembali mendatangi sekolah hari ini untuk memberikan vitamin gigi sebagai langkah proteksi dini.
dr Annisa Hidayati, menjelaskan bahwa pemeriksaan gigi rutin merupakan pintu awal penting mendeteksi masalah kesehatan mulut anak.
“Pemeriksaan kesehatan sebelumnya menemukan beberapa anak yang giginya sudah berlubang atau mulai mengarah ke lubang. Karena itu kami berikan vitamin gigi sebagai langkah intervensi awal,” jelasnya.
Meski bukan bagian dari imunisasi BIAS, rangkaian pemeriksaan dan pemberian vitamin tetap dilaksanakan bersamaan di sekolah untuk memaksimalkan cakupan.
“Karena sama-sama dilakukan di sekolah dan menyasar kelompok usia yang sama, kami rangkaikan agar lebih efektif,” katanya, saat ditemui di SDN 011 Balikpapan Selatan.
Dengan pola ini, tindak lanjut dapat dilakukan langsung tanpa perlu menjadwalkan kunjungan ulang yang berpotensi mengganggu waktu belajar siswa.
Menurutnya, karies masih menjadi temuan paling sering pada anak usia sekolah.
“Karies merupakan salah satu temuan paling umum. Banyak anak belum menyikat gigi dengan benar atau terlalu sering mengonsumsi makanan manis,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Ia menegaskan pentingnya deteksi dini karena kerusakan gigi dapat berkembang sangat cepat.
“Ketika lubang masih kecil atau baru mengarah ke karies, intervensi seperti suplementasi vitamin dapat membantu menguatkan gigi. Tapi jika sudah berat, anak tetap harus ditangani dokter gigi,” tambahnya.
Annisa, menekankan bahwa pemberian vitamin gigi merupakan bagian dari strategi preventif, bukan pengganti perawatan profesional.
“Vitamin gigi berfungsi memperkuat enamel dan meningkatkan ketahanan gigi terhadap karies, tetapi tidak dapat menutup lubang yang sudah terbentuk. Orang tua tetap perlu membawa anak ke fasilitas kesehatan jika ada keluhan atau kerusakan yang terlihat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan.
“Kesehatan gigi anak sangat dipengaruhi kebiasaan harian. Menyikat gigi dua kali sehari, terutama sebelum tidur, dan membatasi konsumsi gula adalah kunci utama pencegahan,” ujarnya.
Puskesmas Sepinggan terus menggencarkan penyuluhan di sekolah-sekolah untuk mengajak siswa memahami cara merawat gigi dengan benar sejak dini. Diharapkan kombinasi pemeriksaan, pemberian vitamin, dan edukasi mampu menekan angka karies di wilayah kerja puskesmas.
“Kalau gigi anak sehat, mereka bisa belajar dan beraktivitas dengan nyaman. Itu tujuan utama kami,” tutup.(*/ADV/Puskesmas Sepinggan)














