LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Gunung Bahagia mencatat sebanyak 49 kasus Tuberkulosis (TBC) sejak Januari hingga November 2025. Dari jumlah tersebut, dua pasien meninggal dunia, salah satunya akibat komplikasi dengan HIV. Data tersebut disampaikan oleh Puji Rahayu, A.Md.Kep, selaku Penanggung Jawab Program TBC Puskesmas Gunung Bahagia, saat ditemui di ruang kerjanya.
“Total kasus TBC sejak Januari sampai November ada 49 pasien. Semuanya sudah menjalani pengobatan, namun ada dua pasien yang meninggal. Satu meninggal murni karena TBC, satu lagi memiliki penyakit penyerta HIV,” ujar Puji, saat diwawancarai, Rabu (27/11/2025).
Dari 49 kasus tersebut, satu pasien dinyatakan putus berobat, 18 pasien telah menyelesaikan terapi, sementara 28 pasien masih menjalani pengobatan yang diperkirakan selesai pada 2026.
Puji menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit yang membutuhkan penanganan jangka panjang. Durasi terapi minimal berlangsung enam bulan, dan dapat diperpanjang bila kondisi pasien tergolong berat atau jika TBC berada di luar paru.
“Awal pengobatan, obat diberikan bertahap dua minggu sekali selama 56 hari. Setelah itu barulah kontrol menjadi satu bulan sekali. Setiap kunjungan, kondisi pasien selalu dievaluasi,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa gejala TBC sering menyerupai penyakit lain, termasuk kanker paru, sehingga pemeriksaan berkala tidak dapat diabaikan.
“Ada kasus yang kami duga TBC, ternyata setelah diperiksa lebih lanjut merupakan kanker paru,” jelasnya.
Puji menyebutkan bahwa kasus TBC tahun ini menunjukkan sedikit kenaikan dibanding tahun lalu yang berada di angka 40-an. Namun angka tersebut masih lebih rendah dibanding periode 2022–2023 yang pernah mencatat hingga 70 kasus.
Puskesmas Gunung Bahagia juga mendapatkan target penemuan kasus dari Dinas Kesehatan, yakni 191 kasus per tahun. Namun menurut Puji, target tersebut sulit dicapai di lapangan.
“Menemukan 49 kasus saja sudah cukup menantang, apalagi mencapai 191. Target itu memang sudah ditetapkan dinas untuk masing-masing puskesmas,” ujarnya.
Dengan adanya peningkatan kasus, Puskesmas Gunung Bahagia kembali mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri bila mengalami batuk lebih dari dua minggu, demam, atau penurunan berat badan, serta rutin menjalani pengobatan bagi yang sudah terdiagnosis TBC.(*/ADV/puskesmas Gunung Bahagia)















