PENAJAM, lintasraya.com – Anggota Komisi III DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Zainal Arifin meminta ada upaya lebih dari pemerintah daerah untuk dapat menutupi utang daerah. Salah satunya dengan membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat soal kondisi ini.
Politikus Partai Amanat Nasional ini mengungkapkan keprihatinannya soal kondisi keuangan daerah PPU yang tidak sehat pada tahun ini. Ia mengakui hal itu bisa terjadi karena tidak adanya komunikasi yang baik antara eksekutif dan legislatif beberapa waktu belakangan.

“Ya tapi saat ini kita fokus saja memperbaiki keadaan ke depannya. Semoga cepat berlalu,” ucapnya, Senin, (9/5/2022).
Kemudian ia menaruh harapan besar terhadap Wakil Bupati (Wabup) PPU Hamdam Pongrewa untuk menyelesaikan permasalahan tata kelola keuangan daerah. Terkait selama dua tahun terakhir, pengendalian anggaran daerah dinilai kurang baik. Sehingga, mengisahkan utang daerah yang cukup besar.
“Saya rasa tidak akan bisa terbayarkan tahun ini utang daerah itu. Kalau dicicil baru bisa,” katanya.
Untuk diketahui, Pemkab PPU hingga kini masih memiliki tanggungan utang dari 2020 dan 2021 sekira Rp 400 miliar. Hal itulah yang masih menjadi fokus pemerintah.
Menurut Zainal, upaya yang bisa dilakukan pemerintah ialah membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat untuk meningkatkan dana perimbangan yang ditransfer ke daerah.
“Satu hal yang perlu diketahui juga, harga minyak dunia juga sedang naik sekarang. Kalau tidak salah sudah 100 USD per barel. Setahun yang lalu masih 30 USD, empat kali lipat kenaikannya. Jadi kita berharap ada kenaikan dari situ, karena fakta di lapangan ada kenaikan,” tutupnya. (*/ADV/sbk/wan)















