LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan kembali menyoroti kondisi jembatan di Jalan Klamono, tepatnya di depan Plaza Muara Rapak (Ramayana), yang dinilai mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Syarifuddin Oddang, mengatakan kerusakan terlihat pada bagian bawah jembatan, terutama pada struktur penyangga besi yang mulai rapuh dan mengalami korosi.
“Kondisi di bawah jembatan cukup memprihatinkan. Beberapa besi penyangga sudah keropos, ini tentu berisiko jika tidak segera ditangani,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia juga menyoroti persoalan aliran sungai di bawah jembatan yang kerap tersumbat sampah. Kondisi tersebut, lanjutnya, berkontribusi terhadap genangan air hingga banjir saat intensitas hujan tinggi.
“Selain struktur jembatan, aliran sungai juga sering tersumbat sampah. Ini memperparah kondisi ketika hujan turun,” katanya.
Syarifuddin mengungkapkan, usulan perbaikan terhadap jembatan tersebut sebenarnya telah berulang kali disampaikan DPRD. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut nyata dari instansi terkait.
“Sudah sering kami dorong untuk diperbaiki, tetapi belum ada realisasi. Ini yang kami pertanyakan,” tegasnya.
Ia menilai kurangnya koordinasi menjadi salah satu kendala dalam percepatan penanganan. Menurutnya, perlu adanya komunikasi intensif antara DPRD, dinas teknis, dan pihak terkait agar solusi bisa segera dirumuskan.
“Perlu duduk bersama, apakah pembahasannya melalui Komisi III atau dinas terkait. Yang jelas, harus ada kejelasan langkah,” ujarnya.
Tak hanya soal perbaikan jembatan, Syarifuddin juga mendorong penataan kawasan sekitar. Ia mengusulkan agar area pertokoan di sekitar lokasi dapat dipertimbangkan untuk dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau (RTH).
“Kalau memungkinkan, kawasan ruko itu bisa dibebaskan dan dijadikan RTH. Lokasinya strategis dan berbatasan langsung dengan sungai,” ucapnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak Pertamina, mengingat sebagian area di sekitar jembatan berkaitan dengan aset perusahaan tersebut.
“Kalau ada keterkaitan dengan Pertamina, perlu kerja sama. Jangan semua bergantung pada APBD, kolaborasi penting agar penanganan bisa lebih cepat,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan jembatan ini sebelumnya juga pernah disampaikan bersamaan dengan perbaikan jalan di kawasan Gunung Pipa hingga area masjid terdekat. Namun, hingga kini perbaikan khusus jembatan belum juga terealisasi.
“Ini harus terus dikawal. Jangan sampai masalahnya berlarut tanpa solusi,” tutupnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan)














