SAMARINDA, lintasraya.com – Menurut data yang dihimpun, partisipasi wanita di parlemen di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim) masih dibilang sedikit. Khususnya di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang berjumlah empat orang atau 12,50 persen atau berada pada urutan ke-8 dari ke-10 kabupaten/kota se-Kaltim.
Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kaltim, Noryani Sorayalita, membenarkan bahwa kesenjangan gender masih terjadi di Benua Etam. Khususnya, di bidang politik.
Noryani berharap partisipasi perempuan di legislatif bida mengambil keputusan politik yang lebih akomodatif dan substansial. Contohnya demokrasi yang memberikan gagasan terkait perundang-undangan pro perempuan dan anak di ruang publik.
“Sehingga bisa bersaing dengan calon legislatif laki-laki dan dapat meningkatkan partisipasi perempuan pada Pemilihan Umum tahun 2024 yang akan datang,” terang Soraya.
Noryani pun berharap agar upaya advokasi yang telah dilakukan pihaknya mampu memunculkan perubahan kualitas keputusan yang diambil dalam parlemen dan bekal pengetahuan. terutama tentang kesetaraan gender, penajaman sensitivitas isu-isu politik dan isu-isu perempuan.
“Kami berharap keterwakilan di parlemen meningkat,” pungkasnya.(HLD)















