BALIKPAPAN, lintasraya.com – Melalui Badan Musyawarah (Banmus) bersama 17 anggota DPRD PPU, Ketua DPRD PPU Syahrudin M Noor juga membahas tentang BPJS Kesehatan. Pasalnya ada laporan dari warga PPU mengeluhkan dalam hal merujuk pasien dari RSUD Ratu Aji Putri Botung (PPU) ke RSKD Balikpapan tidak bisa teraplikasikan.
“Pertanyaanya kenapa tidak bisa, apakah kesalahannya itu ada dipihak BPJS kita,” kata Syahrudin saat ditemui di ruangannya, Rabu (1/6/2023).
Dirinya mempertanyakan alasan mengapa ketika ada pasien yang hendak dirujuk, proses administrasi dan memilih rumah sakit rujukan selalu menjadi kendala. Sebenarnya dalam rujukan hal tersebut, yang terbuka ruangan hanya RSUD yang ada di Grogot. Namun karena jarak tempuhnya yang jauh, tentu menjadi sebuah kendala juga.

“Pasalnya sudah pernah terjadi, ketika ada pasien yang dirujuk ke RSUD Grogot, tidak sampai ke sana si pasien tersebut sudah meninggal di jalan,” ujarnya.
Selain itu, Syahrudin juga menyoroti terkait minimnya fasilitas ICU Anak hingga keterbatasan dokter spesialis di RSUD PPU. Selama ini keluh kesah itu belum disampaikan ke pihak DPRD PPU. Syahrudin bermaksud, untuk memenuhi standar tersebut bicarakan kepada DPRD PPU. Jika memungkinkan, dari PPU tak perlu adanya rujukan dengan keyakinan pihak RSUD PPU bisa menanganinya disini. Dirinya menyampaikan, dengan keterbatasan yang ada, cobalah untuk dibicarakan dengan pihak legislatif.
“Kami sangat terbuka. Sampaikan saja apa yang menjadi kekurangan dan apa yang bisa kami support,” jelasnya.
Dirinya optimis, jika diseriusi PPU pasti mampu, yang penting komunikasikan apa yang mesti dilakukan. Justru dirinya melihat lebih kepada bagaimana memanagemen rumah sakit itu. Agar dapat terkelola dengan baik. Hal tersebut berkaca kepada RSUD yang ada di Balikpapan. Dapat lebih maju dan tertata dengan baik.
“Kenapa mereka bisa kita tidak bisa. Artinya ini kan somethinh wrong, ada sesuatu yang salah mungkin. Apakah kita salah kelola atau seperti apa, kita enggak tau,” ucapnya.

Syahrudin mengira perlu adanya perbaikan-perbaikan. Ia akan terus menyuarakan apa yang dilaporkan masyarakat ke dirinya.
“Terkait segala kekurangan, sampaikan saja. Tak perlu sungkan. Prinsip saya ini kan demi perbaikan. Makanya saya harus menyampaikan suara itu. Entah mereka menerimanya atau tidak. Tetapi niat baik saya itu untuk perbaikan,” pungkasnya.(*/ADV/wan)















