LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Pemerataan fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama dalam pembangunan Kota Balikpapan yang kini memasuki usia ke-128 tahun. Anggota DPRD Balikpapan, Yusdiana, menyoroti kekurangan sekolah negeri dan terbatasnya layanan kesehatan yang memadai, khususnya di wilayah padat penduduk.
Menurut Yusdiana, salah satu permasalahan utama di bidang pendidikan adalah keterbatasan jumlah sekolah, terutama SMP Negeri di beberapa kecamatan. Kondisi ini membuat banyak siswa kesulitan mendapatkan sekolah yang dekat dengan tempat tinggal mereka, sehingga berdampak pada waktu tempuh dan biaya transportasi yang lebih tinggi.
“Yang paling utama yang harus kita pikirkan itu kekurangan sekolah. Warga di berbagai wilayah membutuhkan SMP Negeri di sekitar tempat tinggalnya,” ujarnya, Sabtu (8/2/2025).
Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah sekolah negeri harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Selain memperluas akses pendidikan, pembangunan sekolah baru juga diharapkan dapat mengurangi kepadatan siswa di sekolah-sekolah yang sudah ada.
Selain sektor pendidikan, Yusdiana juga menyoroti keterbatasan fasilitas kesehatan di Balikpapan. Menurutnya, pusat layanan kesehatan yang ada saat ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di kawasan yang padat penduduk.
“Warga sangat menginginkan adanya fasilitas kesehatan yang lebih memadai. Pemerintah harus memastikan layanan medis dapat dijangkau dengan lebih mudah,” tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa akses kesehatan yang terbatas dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal penanganan kesehatan dasar dan darurat. Oleh karena itu, Yusdiana mendorong pemerintah untuk membangun lebih banyak pusat layanan kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah sakit di area yang membutuhkan.
Dalam kesempatan yang sama, Yusdiana juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui penyediaan tenaga medis yang kompeten dan fasilitas yang memadai. Menurutnya, pengadaan alat kesehatan yang modern dan ketersediaan obat-obatan juga harus menjadi perhatian utama.
Dengan berbagai persoalan ini, Yusdiana berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan harus lebih matang agar seluruh warga Balikpapan dapat menikmati layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik di masa mendatang.
“DPRD akan terus mengawal program pembangunan di sektor pendidikan dan kesehatan. Kami akan memastikan anggaran yang dialokasikan digunakan secara efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.
Yusdiana juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka. Dengan adanya perhatian lebih dari pemerintah serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Balikpapan dapat terus berkembang menjadi kota yang lebih maju dan berdaya saing.(*/ADV/DPRD Balikpapan/wan)















