LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono meminta pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat upaya pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.
Menurut Budiono, pengendalian inflasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah. Karena itu, langkah antisipatif perlu terus dilakukan agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat.
“Inflasi harus terus dikendalikan karena berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah perlu memastikan langkah-langkah pengendalian berjalan efektif,” ujarnya Selasa (14/7/2026)
Berdasarkan data Juni 2026, inflasi Kota Balikpapan tercatat sebesar 0,86 persen secara bulanan (month to month/mtm) dan 2,80 persen secara tahunan (year on year/yoy). Meski masih berada pada kisaran yang terkendali, Budiono menilai sejumlah komoditas dan sektor tetap perlu mendapat perhatian karena menjadi penyumbang utama kenaikan harga.
Ia menjelaskan, kelompok transportasi memberikan andil terbesar terhadap inflasi, terutama akibat meningkatnya tarif angkutan udara. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi dan bawang merah turut memengaruhi laju inflasi di Balikpapan.
Budiono menuturkan, kenaikan tarif pesawat dipicu oleh meningkatnya harga avtur di pasar global serta penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang berdampak pada biaya operasional maskapai penerbangan.
Di sisi lain, ia juga menyoroti distribusi BBM, khususnya solar, yang dinilai masih perlu dibenahi. Antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), menurutnya, berpotensi menghambat aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.
Karena itu, Budiono menegaskan pengendalian inflasi tidak hanya berfokus pada pemantauan harga, tetapi juga harus diikuti dengan perbaikan sistem distribusi agar pasokan barang dan jasa tetap terjaga.
“Distribusi BBM harus dipastikan berjalan baik sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun antrean panjang. Di sisi lain, pemerintah juga perlu terus berupaya menjaga keterjangkauan harga tiket pesawat agar beban masyarakat tidak semakin berat,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kota Balikpapan, Bank Indonesia, Pertamina, dan seluruh instansi terkait terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas harga.
Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi kunci untuk mengendalikan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(*/ADV/DPRD Balikpapan)















