LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Pemeriksaan calon pengantin (catin) di Puskesmas Sepinggan terus menunjukkan tren peningkatan.
Sejalan dengan semakin tingginya kesadaran pasangan untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Namun, di balik lonjakan jumlah pemeriksaan, berbagai temuan kesehatan juga ikut mengemuka.
Penanggung jawab Program Catin Puskesmas Sepinggan, Helen Novita, AMd.Keb, mengungkapkan bahwa sejumlah kasus kesehatan masih kerap ditemukan pada calon pengantin.
“Yang sering kami temui itu Lingkar lengan di bawah 23,5 cm, tekanan darah tinggi, sampai hasil pemeriksaan yang reaktif seperti Hepatitis B, HIV, atau sifilis,” jelasnya, Sabtu (22/11/2025).
Jika ditemukan adanya risiko, kata Helen, calon pengantin langsung diarahkan untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Biasanya kami konsultasikan ulang ke dokter untuk tindak lanjut.”
Meski demikian, temuan tersebut tidak serta merta menunda rencana pernikahan.
“Tergantung kesepakatan pasangan. Kami biasanya sarankan cek kembali ke dokter umum atau penyakit dalam dulu,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Helen, Infeksi menular seperti Hepatitis B atau sifilis masih menjadi temuan bulanan.
“Rata-rata ada satu sampai dua kasus per bulan, baik dari calon pengantin laki-laki maupun perempuan,” ungkap Helen.
Menjelang akhir tahun, kata dia, pemeriksaan catin tercatat melonjak cukup tajam.
“Bulan ini sudah 36 pasangan. Bulan lalu sekitar 33 pasangan, jadi meningkat sekali,” katanya.
Setiap bulan, jumlah pemeriksaan bisa berubah, dipengaruhi musim pernikahan dan jadwal pelayanan. Tahun sebelumnya, total pemeriksaan catin mencapai sekitar 2.000 pasangan dari tiga kelurahan di wilayah kerja. Puskesmas Sepinggan juga melayani catin dari luar wilayah, termasuk dari Gunung Bahagia.
“Domisili luar boleh saja. Kalau BPJS-nya bukan di sini tetap bisa periksa, hanya membayar loket. Pemeriksaannya tetap gratis,” jelas Helen.
Helen menegaskan bahwa pemeriksaan catin merupakan langkah penting untuk mencegah risiko kesehatan jangka panjang.
“Pemeriksaan catin bukan hanya formalitas. Tujuannya memastikan pasangan siap secara kesehatan dan mencegah risiko pada kehamilan maupun bayi nantinya,” pungkasnya.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















