BALIKPAPAN, lintasraya.com – Mendapat masukan warga terkait buruknya pelayanan di beberapa rumah sakit, komisi IV DPRD Balikpapan langsung melakukan Sidak.
Diketahui, laporan warga tersebut tentang kasus meninggalnya salah satu pasien atas nama Sutrisno warga RT 19 kelurahan Margomulyo, Balikpapan Barat yang mempergunakan BPJS KIS namun tidak mendaoat pelayanan baik di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.
Sidak dipimpin Ketua Komisi IV Doris Eko Ryan Desyanto, didampingi Ardiansyah, Parlindungan Sihotang, Hj Kasmah, Rahmatia, Suriani, Yohanis Patiung, Muhammad Taqwa dan Sandy Ardian.
Usai Sidak, Ketua Komisi IV Doris Eko menyampaikan kasus yang dialami seorang pasien meninggal dunia jangan sampai terulang lagi.
Doris mengakui, bahwa pihak RSPB pada prinsipnya telah melakukan pelayanan untuk tahap pertama. Pasien sempat masuk IGD RSPB dan dilakukan pemasangan infus, kemudian memasang Elektrokardiografi (EKG) dan dilakukan CT-Scan serta pemeriksaan dada.
Sebelum pasien ke IGD RSPB, melakukan pengobatan ke RSUD Beriman Balikpapan. Namun karena ketebatasan peralatan medis sehingga pasien dilakukan rawat jalan.
Dan besok paginya, keluarga pasien membawa ke RSPB untuk dilakukan penanganan terlebih dahulu. Lantaran kartu KIS tidak aktif maka keluarga pasien diharuskan membayar biaya administrasi.
“Akibat kartu KIS tidak aktif, pihak RSPB tidak bisa memberikan layanan maksimal. Harus membayar biaya administrasi terlebih dahulu,” kata Doris, Selasa (17/01/2023).
Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan seluruh pimpinan rumah sakit di kota Balikpapan guna membicarakan permasalahan tersebut, agar tidak terulang lagi.
“Terutama terkait pelayanan kesehatan kartu KIS maupun BPJS yang sudah mengalami kedaluarsa agar tetap diberikan pelayanan,” pungkasnya.(*/Jan)















