SAMARINDA, lintasraya.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda secara rutin memberikan edukasi seks kepada pelajar SMP. Karena usia tersebut merupakan peralihan usia anak menjadi remaja.
Menurut Pejabat Fungsional Koordinator Penanganan Kasus Anak DP2PA Kota Samarinda Sahidin Ahmad, secara ilmiah pelajar SMP sedang memiliki hasrat seksual yang tinggi. Sehingga dipastikan rasa penasaran untuk tertarik ke lawan jenis ataupun mencoba hubungan intim dipastikan ada.
Jika ini tidak dibekali dengan edukasi seks, Sahidin menyatakan hal tersebut akan berpotensi kepada seks bebas ataupun kekerasan seksual.
“Itu bahaya sekali kalau sampai salah tempat ketika mencari informasinya. Pola asuh dari orangtua juga tak kalah penting. Makanya kami menghimbau orangtua juga memberi perhatian dan bisa menjelaskannya pada anak,”ungkap Sahidin.
Bahkan ia masih menemukan bahwa orangtua menganggap edukasi seks merupakan hal yang tabu. Sehingga anak pun tidak pernah mendapatkan ilmu keterkaitan hal tersebut. Melainkan siswa melihat hal tersebut dari internet.
“Anak-anak itu kan suka meniru. Dampak dan akibatnya nanti itu harus dilihat. Orangtua juga tabu untuk menjelaskan,” lanjutnya.
Melihat dari latar belakang tersebut, DP2PA Kota Samarinda terus melakukan sosialisasi secara rutin ke instansi pendidikan.(HLD)















