LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Upaya meningkatkan kesehatan gigi anak sekolah kembali dilakukan Puskesmas Sepinggan.
Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah siswa yang mengalami gigi berlubang maupun berpotensi mengalami karies.
Tindak lanjutnya, hari ini anak-anak tersebut diberikan vitamin gigi untuk membantu memperkuat enamel serta mencegah kerusakan lebih lanjut.
Koordinator Imunisasi Puskesmas Sepinggan, Chintia Dewi Mareta, menjelaskan bahwa pemberian vitamin ini dilakukan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan gigi anak.
“Pemeriksaan kesehatan bulan sebelumnya menemukan beberapa anak yang giginya sudah berlubang atau mulai mengarah ke lubang. Karena itu kami berikan vitamin gigi sebagai langkah intervensi awal,” jelasnya, saat diwawancarai di SDN 002 Balikpapan Selatan, Sabtu (15/11/2025).
Meski kegiatan ini berbeda dari imunisasi BIAS, pelaksanaannya dilakukan bersamaan di sekolah untuk memudahkan cakupan dan efisiensi tenaga.
“Memang bukan bagian dari BIAS, tapi karena sama-sama dilaksanakan di sekolah dan menyasar anak yang sama, maka kami rangkaikan agar lebih efektif,” kata Chintia.
Dengan metode ini, pemeriksaan lanjutan dan intervensi dapat langsung dilakukan tanpa harus memanggil anak-anak pada hari yang berbeda.
Menurut Chintia, kasus gigi berlubang pada anak masih kerap ditemukan, baik di wilayah Sepinggan maupun di Balikpapan secara umum. Kebiasaan jajan manis, pola sikat gigi yang kurang tepat, serta minimnya kontrol kesehatan gigi menjadi faktor yang sering ditemui.
“Di puskesmas kami kasusnya memang cenderung ringan, tapi secara umum di Balikpapan dan di Indonesia masih banyak. Ini yang jadi perhatian kami,” ungkapnya.
Chintia menegaskan bahwa vitamin gigi bukan pengganti penanganan medis seperti penambalan atau tindakan dokter gigi. Namun suplementasi ini dinilai mampu memperlambat pembentukan lubang dan menguatkan jaringan gigi anak.
“Vitamin ini sifatnya membantu. Kalau sudah ada lubang besar tentu harus dirawat ke dokter gigi. Tapi kalau masih awal atau baru mengarah ke lubang, vitamin bisa membantu memperkuat gigi,” katanya.
Selain pemberian vitamin, Puskesmas Sepinggan juga terus mengedukasi siswa dan orang tua mengenai kebiasaan merawat gigi, terutama menyikat gigi dua kali sehari dan mengurangi konsumsi makanan manis.
Chintia berharap intervensi dini dan edukasi berkelanjutan dapat menekan angka karies gigi pada anak sekolah.
“Kalau gigi anak sehat, belajarnya juga lebih nyaman. Jadi kami harap langkah ini bisa melindungi mereka sejak dini,” ujarnya.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















