SAMARINDA, lintasraya.com – Menjelang masuknya Ibu Kota Negara (IKN) ‘Nusantara’, pertumbuhan penduduk di Kalimantan Timur (Kaltim) semakin pesat. Khususnya, pertumbuhan angka kelahiran.
Seperti data yang dihimpun oleh Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, pertumbuhan penduduk pada semester I Tahun 2022 di Kaltim mencapai 3.891.849 penduduk. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) DKP3A Kaltim.
Kepala Bidang PPKB DKP3A Kaltim, Syahrul Umar, membenarkan dan mengakui bahwa pertumbuhan penduduk di Kaltim dipastikan akan terus bertambah. Pertumbuhan penduduk ini juga memiliki keterkaitan keras terhadap peningkatan angka kelahiran.
“Adanya IKN ini kan membuka peluang bertambahnya penduduk, data di Kaltim 2022 sudah ada,”ungkapnya.
Kerap kali meningkatnya angka kelahiran, tidak sebanding dengan kualitas perekonomian dan kesehatan orangtua. Sehingga, anak berpotensi besar menjadi dtunting.
Syahrul pun menyatakan, pihaknya berupaya keras untuk mencegah anak menjadi stunting pada 1000 hari kehidupan pertamanya. Salah satunya melakukan koordinasi lintas sektor di wiayah Pemprov Kaltim maupun pemerintah kabupaten/kota.
“Kita sudah lakukan pemetaan, kita berikan pemahaman edukasi sejak remaja terkait informasi kesehatan reproduksi hingga calon pengantin,”jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga berupaya dalam peningkatan kualitas keluarga dan ekonomi guna memenuhi gizi masyarakat di Kaltim.(HLD)















