LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu serta menjaga kesehatan di tengah musim penghujan.
Hal ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna ke-2 Masa Sidang II Tahun 2024/2025 yang digelar di Gedung Parkir Klandasan, Senin (3/2/2025).
Alwi menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan guna menghindari penyakit yang sering muncul akibat perubahan cuaca.
“Saya mengimbau seluruh warga Balikpapan untuk senantiasa menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat dan bersih, terutama karena cuaca yang tidak menentu saat ini,” ujarnya.
Ia juga mengutip informasi dari BMKG Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan yang menyebutkan bahwa curah hujan diperkirakan mulai menurun pada akhir Februari 2025. Namun, potensi hujan ekstrem tetap ada hingga Maret 2025.
“Meskipun curah hujan diperkirakan menurun, kita tetap harus waspada terhadap kemungkinan hujan ekstrem yang dapat menyebabkan banjir dan penyakit menular. Jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, vitamin, serta menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.
Selain membahas kondisi cuaca, Alwi juga menyoroti keberagaman yang ada di Balikpapan. Menurut data tahun 2023, kota ini memiliki heterogenitas suku, agama, dan kepercayaan yang tinggi. Ia mengingatkan bahwa perbedaan tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan perpecahan di masyarakat.
“Kita harus menjadikan keberagaman ini sebagai kekuatan, bukan pemicu perpecahan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari agar tetap harmonis,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan berbasis Pancasila yang menanamkan nilai persatuan, kesetaraan, dan keadilan sosial. Menurutnya, dengan pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan, masyarakat Balikpapan dapat tetap solid meskipun memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
Dalam kesempatan yang sama, Alwi juga membahas perkembangan Balikpapan sebagai beranda Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan meningkatnya jumlah penduduk, tantangan terbesar yang dihadapi kota ini adalah sektor perumahan dan tata kota.
“Pertumbuhan penduduk yang signifikan akibat pembangunan IKN harus diantisipasi dengan perencanaan kota yang matang. Kita perlu memastikan bahwa Balikpapan tetap menjadi kota yang nyaman untuk dihuni dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Menurut Alwi, pemerintah kota perlu beradaptasi dengan perubahan ini melalui kebijakan yang mendukung pembangunan perumahan berkelanjutan serta infrastruktur yang memadai.
“Jika tidak dikelola dengan baik, pertumbuhan ini bisa berdampak pada meningkatnya permukiman kumuh dan masalah sosial lainnya. Oleh karena itu, kita harus segera menyesuaikan kebijakan agar kota ini tetap layak huni dan memiliki kualitas hidup yang baik,” tutupnya.(*/ADV/DPRD Balikpapan/hfj)















