BALIKPAPAN, Seputarkata.com — Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan setelah anak lahir. Di wilayah kerja Puskesmas Manggar, upaya menjaga tumbuh kembang optimal dimulai sejak masa kehamilan melalui program pendampingan ibu hamil dan menyusui yang dijalankan secara rutin dan berjenjang.
Menurut Paulina, Nutrisionis Puskesmas Manggar, pendampingan kepada ibu hamil merupakan tahapan penting dalam memastikan gizi ibu dan janin tetap seimbang.
“Kami memberikan edukasi tentang makanan sehat, kebutuhan gizi harian, serta pentingnya pemeriksaan rutin selama masa kehamilan. Tujuannya agar ibu hamil terhindar dari kekurangan gizi yang dapat memengaruhi perkembangan janin,” jelasnya, Jumat 14 November 2025.
Program ini meliputi pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara berkala, pemantauan berat badan, pemberian tablet tambah darah (TTD), dan penyuluhan gizi seimbang.
Selain itu, ibu juga dibimbing untuk mengatur pola makan sesuai usia kehamilan, dengan memperhatikan sumber protein, karbohidrat kompleks, sayur, dan buah segar.
“Masih ada sebagian ibu hamil yang pola makannya kurang baik, misalnya sering mengonsumsi mie instan atau makanan siap saji. Ini yang terus kami edukasikan agar tidak menjadi kebiasaan karena bisa berpengaruh pada tumbuh kembang janin,” tambah Paulina.
Setelah melahirkan, pendampingan berlanjut pada fase ibu menyusui dan bayi usia dini. Ibu didorong untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, dilanjutkan dengan pemberian MPASI sesuai usia bayi.
Puskesmas juga aktif mengajarkan cara pengolahan makanan pendamping ASI yang bergizi, higienis, dan mudah diterapkan di rumah.
Selain tenaga medis, kader Posyandu di setiap kelurahan juga berperan aktif dalam pemantauan tumbuh kembang anak.
Mereka membantu memastikan ibu membawa balita ke Posyandu setiap bulan untuk dilakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, sehingga bila ada tanda risiko stunting bisa segera ditangani.
Paulina menegaskan bahwa upaya pencegahan sejak masa kehamilan terbukti efektif menekan angka stunting di wilayah Manggar.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Balikpapan Timur tumbuh sehat sejak dalam kandungan. Karena stunting itu bisa dicegah kalau ibu hamil dan menyusui mendapat pendampingan yang tepat,” tegasnya.
Melalui edukasi gizi, pemantauan teratur, dan kolaborasi lintas sektor, Puskesmas Manggar terus berkomitmen mewujudkan generasi bebas stunting di Balikpapan.
Program ini menjadi bukti bahwa kesehatan ibu adalah fondasi utama bagi lahirnya anak-anak yang kuat, cerdas, dan berdaya saing. (*/ADV/jan)















