LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN – Puskesmas Sepinggan melakukan pengambilan sampel tes kebugaran pada siswa SMPN 5 Balikpapan sebagai bagian dari program Dinas Kesehatan yang bertujuan memantau kondisi kebugaran remaja di wilayah kerja. Kegiatan ini menjadi salah satu dari tiga kategori pemeriksaan kebugaran yang direncanakan, yakni untuk kelompok sekolah, Haji, dan perkantoran.
Petugas kesehatan melakukan tes jalan cepat enam menit (6MWT) untuk mengukur kapasitas kebugaran jasmani siswa. Tes ini menilai berapa jauh jarak yang dapat ditempuh peserta dalam waktu enam menit, yang secara umum berada pada kisaran 500–600 meter untuk kategori normal.
“Kita ingin mengetahui bagaimana kondisi kebugaran anak-anak di wilayah Sepinggan, karena ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan akademik mereka,” jelas Wahyu, Jumat (14/11/2025).
“Dari kebugaran itulah bisa terlihat apakah seorang anak memiliki stamina yang cukup untuk menunjang fokus belajar dan aktivitas hariannya.”
Menurutnya, hasil tes ini menjadi penting untuk memetakan kondisi kesehatan remaja sejak dini. Anak-anak yang berada di bawah standar kebugaran dapat memiliki potensi risiko pada masa depan jika tidak dilakukan intervensi.
“Kalau ditemukan anak yang kurang bugar, kita bisa memberikan edukasi dan langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi fisik mereka. Ini sekaligus sebagai upaya pencegahan agar tidak berkembang menjadi penyakit ketika mereka dewasa,” ujarnya.
Tambahan narasumber: Wahyu Faizal Sulaiman, Penanggung Jawab Kesehatan Kerja dan Olahraga Puskesmas Sepinggan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pengukuran, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
“Penting sekali melihat kesehatan remaja sejak sekarang. Karena kebugaran jasmani itu berkaitan erat dengan risiko penyakit tidak menular di masa depan,” terang Wahyu. “Penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung berawal dari pola hidup yang kurang baik dan dapat tercermin dari rendahnya tingkat kesegaran jasmani. Dengan pemeriksaan ini, kita bisa mengetahui lebih dini dan mencegah sebelum terjadi.”
Kegiatan pengambilan sampel ini dilakukan pada satu kelas dengan jumlah peserta sekitar 20–30 siswa, dan ditargetkan selesai dalam waktu kurang lebih 30 menit. Mengingat keterbatasan anggaran, Puskesmas Sepinggan mengambil satu sampel dari masing-masing kategori program.
“Kami hanya mengambil satu sampel per bidang: satu dari pemeriksaan Haji, satu dari perkantoran, dan satu dari kelompok sekolah. Untuk sekolah, SMPN 5 menjadi lokasi pengambilan sampel tahun ini,” tambah Wahyu.
Melalui program ini, Puskesmas berharap siswa memahami pentingnya menjaga kebugaran, sementara sekolah dapat menggunakan hasil pemeriksaan sebagai acuan peningkatan pola hidup sehat bagi para siswa.(*/ADV/puskesmas Sepinggan)















