LINTASRAYA.COM, BALIKPAPAN — Puskesmas Manggar kembali melaksanakan tes kebugaran bagi calon jemaah haji tahun 2026. Kegiatan ini merupakan tahap pertama dari dua tahapan pemeriksaan kebugaran yang wajib diikuti seluruh jemaah sebelum keberangkatan.
Dari total 18 calon jemaah haji asal wilayah Manggar, hanya 10 orang yang hadir mengikuti tes. Sementara itu, sebagian peserta lain yang ikut berasal dari DKK Balikpapan.
Tes kebugaran ini menggunakan metode standar, salah satunya uji jalan enam menit (Six Minute Walk Test) untuk menilai tingkat kebugaran dengan kategori, baik sekali, baik, cukup hingga kurang.
“Melalui tes ini, kita bisa melihat kondisi kebugaran jemaah, apakah mereka nantinya perlu pendampingan, apakah cukup dengan berjalan, boleh berlari ringan, atau justru tidak boleh dipaksakan,” jelas dr. Isabela Ariane, Dokter Puskesmas Manggar, saat ditemui di Balikpapan Islamic center (BIC).
Ia menambahkan bahwa tes kebugaran berbeda dengan pemeriksaan istitha’ah kesehatan, yang cakupannya lebih lengkap dan menentukan boleh atau tidaknya jemaah diberangkatkan.
“Kalau tes ini hanya untuk mengukur kebugaran. Istitha’ah itu pemeriksaan penuh, berbeda konteks. Ada yang bingung soal itu, padahal prosesnya tidak sama,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Dalam pelaksanaan tahun sebelumnya, beberapa jemaah haji dari wilayah Manggar sempat mengalami kendala kesehatan, termasuk kasus stroke.
“Memang ada satu dua yang pernah mengalami stroke. Jika kondisinya tidak memungkinkan mengikuti tes tertentu, metodenya bisa disesuaikan. Misalnya uji jalan enam menit, kalau baru mampu empat putaran, ya kita hentikan. Tidak dipaksakan,” kata dr. Isabela.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa jemaah dengan riwayat kesehatan tertentu tetap bisa diberangkatkan selama lolos pemeriksaan istitha’ah yang dilakukan kemudian di Embarkasi.
Ia berharap seluruh jemaah haji asal Manggar dapat menjaga kondisi kesehatannya di rumah setelah tes.
“Saya berharap semua jemaah haji ini istitha’ah, sehat, dan tidak ada kendala saat berangkat maupun sepulang dari tanah suci. Tahun lalu ada yang kondisinya fluktuatif sebelum berangkat, tapi akhirnya bisa diberangkatkan juga,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar jemaah terus melakukan aktivitas fisik ringan di rumah sesuai kemampuan, menjaga pola makan, serta rutin memeriksakan kesehatan apabila memiliki penyakit penyerta.
“Kita ingin ketika mendekati keberangkatan nanti, semua jemaah sudah siap secara fisik dan mental,” tambahnya.
Puskesmas Manggar akan kembali melaksanakan tes kebugaran tahap kedua menjelang keberangkatan jemaah pada pertengahan 2026.(*/ADV/puskesmas Manggar)















