BALIKPAPAN, Lintasraya.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kaltim, DR H Yusuf Mustafa SH MH, dari Fraksi Partai Golkar, melakukan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di Jalan Daksa Raya, RT 05 Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Minggu (5/3/2023) sore.
Dalam sosialisasi tersebut, anggota DPRD Kaltim Dapil Balikpapan ini didampingi narasumber H Nurdin Ismail dan Drs H Sutarno. Tampak hadir juga istri tercintanya, yang juga anggota DPRD Balikpapan, Hj Suwarni.
Anggota DPRD Kaltim Yusuf Mustafa menjelaskan, Wawasan Kebangsaan ini sangat penting disosialisasikan kepada masyarakat, terutama 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhineka Tunggal Ika.
“Jadi sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini untuk menumbuhkan kembali kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara,” kata suami dari anggota DPRD Balikpapan Hj Suwarni ini.
Selain itu, menurut Yusuf, wawasan kebangsaan ini sangat penting untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat dengan beragam suku, agama dan golongan agar hidup rukun. Terutama di kalangan Generasi muda dijaman seperti sekarang ini.
“Jadi tujuan wawasan kebangsaan ini adalah untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dengan berbagai perbedaan, baik suku, agama maupun golongan. Khususnya bagi generasi muda saat sekarang. Saya merasa para generasi muda sekarang sudah mulai luntur tentang pemahaman wawasan kebangsaannya,” kata Yusuf.
Ke depan, kata Yusuf, Sosialisasi tentang Wawasan kebangsaan ini akan mengundang para anak muda di Balikpapan. Agar mereka tetap paham dan tidak buta tentang 4 pilar kebangsaan ini.
Sementara itu, narasumber H Nurdin Ismail yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan Selatan menjelaskan wawasan kebangsaan terdiri dari Pancasila, UUD 45, NKRI serta Bhineka Tunggal Ika.
“Wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa mengenai diri dan ideologinya, serta cita-citanya yang diorientasikan untuk memperkokoh dan menjaga persatuan dan ketahanan bangsa,” kata Nurdin.
Sedangkan, tujuan dan sasaran wawasan kebangsaan jelas Nurdin, diantaranya untuk mewujudkan bangsa yang kuat, rukun bersatu, berdaya saing tinggi, sejahtera, terjaganya sejarah kebangsaan Indonesia dan cinta NKRI, revitalisasi-reaktualisasi nilai-nilai Pancasila.
“Jadi secara khusus meredam berkembangnya primordialisme kesukuan, kedaerahan serta mencegah disintegrasi bangsa,” ujar Nurdin.
Ia berharap kedepan nilai-nilai dalam Pancasila harus tetap dipertahankan sehingga tidak sekadar dihafal tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Seperti toleransi dan kebersamaan antar warga yang hidup bergotong-royong.
“Alhamdulillah sampai saat ini walaupun jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai kurang lebih 270 juta dengan beragam adat budaya, suku dan agama namun masyarakatnya tetap hidup rukun dan damai serta saling tolong menolong,” pungkas Nurdin.
Hal senada diungkapkan narasumber Drs H Sutarno, ia mengatakan sebenarnya wawasan kebangsaan sudah pernah diberikan saat waktu SD melalui mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) serta melalui penataran P4(Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) atau Eka Prasetya Pancakarsa.
“Implementasi 4 pilar kebangsaan ini sama seperti hal dengan tiang bangunan masjid, jika satu tidak ada atau rapuh maka tiang lainnya juga ikut rapuh,” tandasnya.
Disela Sosialisasi Wasbang, salah satu warga mewakili beberapa RT, Budiansyah menyampaikan aspirasi terkait pelebaran akses jalan di telaga mas.
Karena, dirinya menilai akses tersebut merupakan satu dari sekian titik kemacetan di jalan Mulawarman.
Menyikapi hal tersebut, Suwarni Akan berupaya membantu untuk mencari solusinya. Dengan cara bersurat ke DPRD Balikpapan. Selanjutnya, akan diagendakan RDP bersama pihak perusahaan.
“Nanti kita agendakan dan memanggil perusahaan yg berbatasan langsung dengan jalan. Kalau sudah ada pertemuan, baru bisa kita usulkan anggaran di tahun 2024 segera di kerjakan. Jika dikasih lahan akses dari pihak perusahaan saya pasti ikut berkontribusi secara pribadi,” jelasnya.(*/ADV/san)















